Jujur Aku tak Bahagia Menikah dengan Suamiku (1)

by -12K views

METROPOLITAN  – Hidup terkadang dirasa tak adil ketika kita melihat ke atas, namun hidup terasa berun­tung jika kita melihat ke bawah, begitu pula yang aku alami selama ini. Andai alur hidup ini bisa ku putar kem­bali dan ku ulang sesuai keinginanku yang sekarang, mungkin aku tak akan meny­esali semuanya, tapi nasib berkata lain, seperti kata pepatah “siapa yang menuai, dialah yang akan memetik hasilnya nanti”.

Aku adalah seorang wanita berumur 23 tahun, menikah di usia yang cukup muda 3 tahun yang lalu dan sudah memiliki satu anak berumur 2 tahun. Aku tak menyesali akan kehadiran seorang anak di hidupku, karena ba­giku berkat anakku lah hidupku men­jadi berarti, dan aku sangat menyayangi anakku melebihi diriku sendiri.

Kesedihanku bermula saat suamiku tak mempercayai bahwa anak yang aku kandung adalah hasil dari buah cinta kami, dan aku berjuang untuk mem­pertahankannya. Tak sampai disitu, sebelum menikah pun, saudara suami selalu menceritakan mantan pacar suamiku kepadaku, seolah-olah diri ini merasa dibanding-bandingkan.

Sedih bercampur amarah itu sema­kin menjadi ketika ingat waktu paca­ran, suamiku pernah menceritakan kenangan manis dan buruknya ber­sama mantan kekasihnya, terlebih lagi jika ku ingat bahwa suamiku per­nah melakukan hubungan int1m dengan mantannya itu. Dan dia men­ceritakan itu semua dengan senang hati tanpa memikirkan perasaanku.

Begitu juga dengan keluarga suami yang masih terus membicarakan man­tan suamiku itu, hati istri mana yang tak sakit mendengarnya ? Sungguh sulit menjadi pribadi yang ikhlas, namun sangat mudah selalu men­coba untuk kuat dan bertahan. Sam­pai detik ini masalah selalu bermun­culan, dan aku selalu mengungkit masa lalunya setiap kali bertengkar. (Bersambung)