Kantor Dinkes Jadi Indikator Kota Sehat

by -25 views
KUNJUNGAN: Pemkot Bogor melalui Dinkes Kota Bogor menerima Tim Verifikasi Kota Sehat tingkat Nasional di Balai Kota Bogor, kemarin

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah berupaya keras untuk mendapatkan penghargaan sebagai Kota Sehat dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri). Termasuk rancangan rencana jangka panjang 2025, menjadikan Kota Bogor dengan masyarakat madani dan sehat, secara bertahap dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Tim verifikasi pembina kota/kabupaten sehat tingkat nasional pun mendatangi Pemkot Bogor, sebagai tahapan penilaian penghargaan tahun 2019, di Balai Kota Bogor, kemarin. Secara simbolis, tim verifikasi pun diterima Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarip Hidayat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Rubaeah, mengatakan, besar harapannya beserta jajaran pemkot agar Kota Bogor bisa mendapatkan penghargaan sebagai Kota Sehat tingkat nasional. Ia mengakui, kedatangan tim verifikasi bermaksud untuk memverifikasi dokumen yang ada, dengan melihat kondisi ‘real’ dilapangan.

“Ya mudah-mudahan kita dapat Kota Sehat. Mereka ingin verifikasi data yang kita punya. Kan untuk dapat penghargaan, ada beberapa indikator, salah satunya perkantoran,” katanya saat ditemui Metropolitan di Paseban Surawisesa, kemarin.

Apalagi, sambung dia, kantor Dinas Kesehatan Kota Bogor mendapatkan gelar juara pertama dalam lomba kebersihan. Sehingga, untuk tatanan perkantoran, kantor Dinkes kota Bogor jadi perwakilan pemkot untuk kawasan perkantoran dalam verifikasi Kota Sehat.

Setelah ini, sambung dia, pemkot masih harus menunggu hasil verifikasi dari tim, lantaran tidak cuma Dinkes yang jadi indikator. Selain itu, ada beberapa tatanan yang jadi indikator, yakni sekolah, pasar, forum dan sehat kota. ‘”Perkantoran juga masih ada kecamatan, misalnya,” paparnya.

Ia berharap, Kota Bogor bisa mendapatkan penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai Kota Sehat 2019. “Mudah-mudahan sesuai target kita,” ujar Rubaeah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat memaparkan berbagai upaya dilakukan dalam mewujudkan Kota Sehat, diantaranya rancangan rencana jangka panjang 2025, yang ingin mewujudkan masyarakat yang madani dan sehat pada RPJMD. Pemkot juga memiliki mimpi yang tertuang dalam Perda Nomor 14 Tahun 2019, yaitu mewujudkan Kota Bogor sebagai yang ramah keluarga.

Salah satu misi dalam mewujudkan mimpi tersebut kata dia, adalah menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang sehat.

“Gayung bersambut dan sejalan dengan regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat. Misi lain yang diusung Pemerintah Kota Bogor adalah mewujudkan kota yang cerdas dan kota yang sejahtera,” katanya.

Sekda menjelaskan, upaya Pemkot Bogor dalam mewujudkan kota sehat yang tercermin dalam kota yang bersih, aman, dan nyaman. Dari segi infrastruktur,Kota Bogor senantiasa berupaya mewujudkan hal itu.

Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kabupaten/Kota Sehat Tingkat Pusat, Carolina Rusdy Akib mengatakan, kegiatan ini setiap tahun pesertanya semakin meningkat. Di 2017 ada 165 peserta dari 26 provinsi dan 2019 ada 2002 peserta dari 29 provinsi.

Ia memaparkan, di dalam ketentuan umum kabupaten/kota sehat adalah suatu kondisi kota nyaman aman dan sehat untuk diduduki masyarakat dan pemerintah daerah. “Kegiatan ini sangat terintegrasi. Untuk tahun ini salah satu prasyaratnya adalah minimal untuk akses sanitasi sebesar 65 persen,” pungkas Carolina. (ryn)