Katulampa Siaga III, Banjir Lintasan Hantui Warga Bogor

by -111 views

METROPOLITAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor sejak sore kemarin membuat ketinggan air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa, Kota Bogor, mengalami kenaikan mencapai 150 cm atau siaga III.

Kepala Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman mengatakan, kenaikan debit air Sungai Ciliwung terjadi bertahap mulai pukul 18:20 WIB, 19:00 WIB hingga sekarang. “Air meningkat perlahan, pukul 18:00 WIB pada ketinggian 70 cm, pukul 18:20 WIB pada 130 cm dan pukul 18:30 WIB pada 150 cm masih bertahan sampai saat ini,” kata Andi, Selasa (8/10).

Sedikitnya ada sekitar 276 ribu liter per detik air Sungai Cilwung yang mengalir di Bendung Katulampa ke Ibu Kota Jakarta. Debit air tersebut diprediksi akan tiba di wilayah Jakarta dalam waktu sembilan jam ke depan. “Prediksi dini atau besok pagi debit air itu sampai wilayah Jakarta,” ungkap Andi.

Ia pun mengimbau agar warga di bantaran Sungai Ciliwung berhati-hati dengan kenaikan debit air tersebut. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan petugas terkait untuk memonitor kondisi aliran Sungai Ciliwung. “Kami imbau masyarakat di bantaran sungai berhati-hati. Kami sudah koordinasikan kondisi ini ke petugas pintu air, BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, red) dan tekait lainnya,” terangnya.

Pascahujan yang mengguyur Bogor sejak Selasa sore, sedikit terjadi di empat wilayah yang mengakibatkan rumah warga mengalami banjir lintasan. “Banjir tersebut sedikitnya menggenangi 20 Kepala Keluarga (KK) dan 62 jiwa di Gang Huni Bangkok Kidul, RT 03/11, Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Selatan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Juniarti Estiningsih.

Banjir lintasan itu terjadi di RT 05/04, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, yang menggenangi beberapa rumah warga dan terhambatnnya akses jalan. “Kondisi saat ini sedang dilakukan assessment dan banjir mulai surut seiring redanya hujan. Ruas jalan yang sempat tersendat sudah kembali normal,” jelasnya.

Begitu juga di RT 01/04, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan. Di mana hujan dengan intensitas tinggi disertai penyempitan drainase mengakibatkan rumah mengalami dampak cukup signifikan. “Dua rumah warga itu atas nama Abbas terdampak tiga KK dan 12 jiwa, saat ini sedang dilakukan assessment. Dan banjir sudah kembali surut,” paparnya. (mul/b/mam/run)