Kekerasan Anak di Bogor Capai 83 Kasus

by -34 views

METROPOLITAN – Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Permpuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bogor mencatat pada tahun ini sudah ada sebanyak 83 kasus kekerasan terhadap anak yang ada di wilayah Bumi Tegar Beriman. Jumlah itu masih bisa bertambah lantaran data yang ada merupakan rekapan dari awal Januari hingga 30 September 2019. “Jumlah sementara yang ada di kami saat ini mencapai 83 kasus,” kata Kepala P2TP2A Kabupaten Bogor, Euis Kurniasih.

Menurutnya, tentang kekerasan terhadap anak adalah tindak kekerasan yang dilakukan berupa kekerasan fisik, seksual, penganiayaan atau pengabaian kepada anak. Pihaknya bahkan beberapa kali menemukan terjadinya kasus terhadap anak yang berujung pada kematian. “Yang terakhir itu ada di Babakan Madang. Kasusnya itu, si anak sebelum dibunuh, ternyata disodomi dulu oleh pelaku yang juga merupakan tetangganya sendiri,” ucap dia.

Sebagai pusat pelayanan, dijelaskan Euis, pihaknya tidak bisa bertindak lebih selain kepada tindakan pencegahan dan rehabilitasi korban. Masih berkembangnya budaya, seorang anak yang tidak mau berbicara jika mengalami kekerasan, menjadi salah satu faktor masih merajalelanya, kasus sosial tersebut.

Masih kata Euis, sebagian besar kekerasan terjadi pada anak di rumah anak itu sendiri ataupun dilingkungan terkecil seperti sekitar rumah, sekolah atau organisasi tempat anak berinteraksi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mencegah hal ini terus berkelanjutan.

“Kami juga mengeluarkan program sekoper cinta, di mana untuk menekan angka kekerasan kita melakukan penguatan dari tingkat keluarga. Kita juga bersyukur mendapatkan bantuan dari Forum Komunitas Anak Kabupaten Bogor (FKAKB) untuk melakukan sosialisasi dan pencegahan terhadap anak, khususnya di sekolah-sekolah,” ujarnya.  (cr2/b/rez)

Loading...