Kena 5 Tusukan, Kapolsek Menes Jalan Kaki Bersimbah Darah ke Puskesmas

by -55 views

METROPOLITAN.id – Kapolsek Menes Kompol Dariyanto ikut menjadi korban penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Pandeglang Banten beberapa waktu lalu.

Dariyanto mendapat lima luka tusukan ketika menghalau pelaku Syahril Alamsyah (SA) alias Abu Rara dan Fitri Andriana binti Sunarto yang mencoba menikam Wiranto.

Dariyanto menceritakan, peristiwa penusukan berlangsung begitu cepat. Saat itu, Wiranto turun dari kendaraan dan bersalaman dengan dirinya saat akan pamit menuju helikopter.

Namun dari arah belakang, pelaku langsung menerobos dan menghujamkan pisaunya ke arah Wiranto.

“Saat itu Pak Wiranto turun dari mobil, saya langsung bersalaman. Saya langsung balik arah, karena ada ajudan pakaian putih. Tiba-tiba yang laki-laki menerobos (untuk menusuk). Saya enggak tahu Pak Wiranto jatuh,” kata Dariyanto seperti dilansir JPNN.com

Melihat kejadian itu, Dariyanto sigap mencoba mengamankan Wiranto. Namun tak disangka, datang pelaku lainnya yakni Fitria yang kemudian menusuknya dari arah belakang mengenai punggung.

“Saya membalikkan punggung dan saya ditusuk dari belakang. Saya enggak tahu karena pisaunya tertutup kain hitam, tapi tiba-tiba baju robek,” tuturnya.

Setelah Wiranto dievakuasi dan dimasukkan ke dalam mobil, pelaku langsung ditangkap oleh anggota kepolisian. Saat itu, Dariyanyobaru sadar kalau tubuhnya bersimbah darah.

Kemudian dirinya meminta anggota polisi lain untuk menemaninya ke Puskesmas Menes dengan berjalan kaki.

“Mungkin ada sekitar 500 meteran dari lokasi ke puskesmas,” terang Dariyanto.

Setelah dicek, Daiyanto mendapat lima tusukan dari pelaku pasangan suami istri tersebut. Mulai dari bagian dada kiri dan kanan, pundak bagian kiri, punggung dan sikut bagian kiri.

“Luka paling parah di belakang. Dijahit soalnya lukanya dalam,” pungkasnya. (darjat/yanadi/jpnn/fin)