Lahan Eks Perumahan Rancamaya Jadi Kantor Camat

by -826 views

METROPOLITAN – Perumahan Rancamaya Golf Estate secara resmi menyerahkan Fasilitas Sosial Fasilistas Umum (Fasos Fasum) seluas 2,7 hektar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, kemarin. Rupanya Pemkot Bogor sudah ancang-ancang menyiapkan pra desain untuk merencanakan pembangunan di lokasi dekat perbatasan dengan Kabupaten Bogor itu. Yakni untuk dimanfaatkan sebagai lapangan sepakbola, sekolah SMP dan Balai Latihan Kerja (BLK) atau pusat pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) pegawai, hingga proyeksi kantor kecamatan untuk antisipasi pemekaran wilayah kecamatan di Kota Bogor.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan, saat sertifikat sudah selesai diserahkan, ia ingin pra desain yang sudah tergambar untuk lokasi PSU ini. Saat ini, kondisi eksisting merupakan lahan kosong dan sebagian lagi lapangan sepakbola yang biasa digunakan warga setempat.

“Lapangan bola ada sekitar 6.000 meter persegi, ada juga rencana untuk membuat SMP sekitar 3.000-an meter persegi. Itu kita coba akomodasi harapan masyarakat di wilayah ini yang ingin ada sarana olahraga dan pendidikan lah, ” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Selain itu, ia juga ingin mengantisipasi wacana dan kajian soal pemekaran wilayah kecamatan, yang tengah dilakukan. Maka, ada bagian pada lahan PSU itu yang akan disulap jadi kantor kecamatan. Apalagi, di Kecamatan Bogor Selatan membawahi 16 kelurahan, yang disebut kurang ideal. Ade Sarip pun membandingkan dengan Kecamatan Bogor Timur yang hanya membawahi enam kelurahan saja.

“Padahal BOP-nya sama saja, nah supaya seimbang dan mendekatkan dengan masyarakat, siapa tau kita rancang dulu itu untuk antisipasi pemekaran kecamatan lah. Kajiannya pemekaran sudah dibuat, tinggal dipastikan saja. Idealnya satu kecamatan maksimal kan 10 kelurahan lah, ” ujarnya.

Namun, kata dia, justru yang proyeksi pembangunannya sudah ‘siap’ yakni pembangunan BKL dan Pusdiklat pegawai, lantaran sudah ada Detail Engineering Design (DED)-nya. Hanya saja, untuk pembangunan fisik, rencana-rencana tersebut belum akan dianggarkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) murni 2020. sebab, penyerahan sertifikat asetnya pun baru berlangsung.

Belum ada yang akan dianggarakan pada 2020. kan barus elesai, nggak mungkin kita anggarkan saat belum ada kepastian asetnya. Ya maksimal di perubahan (APBD) 2020 ya. Yang pasti pra desain ini semua, harus dibuatkan regulasinya lah. Dan segera diinformasikan dan disampaiakan pada masyarakat, jadi tahu ini mau dibuat apa, ” terang Ade Sarip.

Ditempat yang sama, Legal PT Suryamas Dutamakmur Didakus Olasamo menuturkan, secara fisik PSU ini sudah diserahkan pada 2013 saat era Wali Kota Diani Budiarto, dengan berita acara sesuai ketentuan hak pakai.

“Suratnya baru keluar, 2,7 hektar berupa tanah kosong. Perencanaan kita serahkan ke pemkot, ” tukasnya.

Ia mengakui, Perumahan Rancamaya Golf Estate masih punya PR untuk menyerahkan 1,1 hektar lahan fasos fasum lagi kepada Pemkot Bogor. Ia menargetkna bisa selesai tahun depan. Saat ini, luas perumahan itu sudah mencapai 4.000 hektar.

“Sedang diproses, ” singkatnya. (ryn/c/yok)