LRT Bakal Dibangun di Kota-kota Metropolitan

by -76 views
BUDI KARYA SUMADI Menteri Perhubungan.

METROPOLITAN – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan sederet pekerjaan rumah di bidang transportasi yang mesti ditanggung oleh pemerintahan baru di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II mendatang.

Budi Karya mengatakan pemerintah harus melanjutkan rencana strategis 2015-2019 untuk membangun transportasi umum massal di perkotaan, seperti moda raya terpadu atau MRT dan kereta layang ringan atau LRT. “Saat ini MRT memang telah terbangun dan menjadi favorit. Namun apa cukup 16 kilometer? Tidak,” ujar Budi Karya.

Budi Karya berpendapat pemerintah ke depan mesti memperluas jangkauan MRT yang saat ini dibangun di Jakarta untuk mendorong pembangunan ekonomi di kota-kota mitra sekitarnya. Mencontoh negara-negara maju lainnya seperti Jepang, MRT mesti dibangun hingga jarak 200 kilometer dari pusat perekonomian.

Adapun saat ini, pemerintah baru merampungkan proyek MRT fase I sepanjang 16 kilometer dari Terminal Lebak Bulus hingga Bunderan Hotel Indonesia. MRT fase I memiliki 13 stasiun dan satu depan.

Pemerintah masih menyiapkan pembangunan MRT fase selanjutnya, yaitu fase II dan III. Fase II direncanakan membentang sepanjang 20,1 kilometer dari Kalideres menuju Cempaka Baru. Sedangkan tahap kedua sepanjang 11,6 kilometer yang membentang dari Cempaka Baru hingga Ujung Menteng.

Selain MRT, Budi Karya menyebut pembangunan light rail transit (LRT) atau kereta layang ringan juga mesti menjadi prioritas pembangunan transportasi bagi pemerintahan di masa depan. Saat ini, pemerintah tengah merampungkan proyek LRT koridor Cibubur-Dukuh sepanjang 25 kilometer dan direncanakan selesai pada 2022.

Ia berharap, jangkauan LRT dapat diperluas hingga menyentuh kota-kota mitra. “Seperti MRT, LRT juga perlu dibangun sampai 200-300 kilometer,” tuturnya.

Selain di Ibu Kota, ujar dia, perlu dibangun di daerah berkembang untuk mendorong pertumbuhan kota-kota metropolitan baru. (tem/mam/run)