Masyarakat Pemkab Ngarep Bankeu Gubernur Rp239 M

by -27 views

METROPOLITAN – Bupati Bogor Ade Yasin merasa wilayahnya kurang diperhatikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar). Banyak persoalan di Kabupaten Bogor, dari penanganan bencana, pencemaran lingkungan hingga pembangunan belum merata. Ada pula masalah birokrasi yang menghambat kemajuan. “Kabupaten Bogor beginilah adanya. Kabupaten terluas, terpadat penduduknya, dekat dengan Jakarta, tetapi luput dari perhatian Jakarta maupun luput dari perhatian Provinsi Jabar ya,” kata Ade Yasin.

Meski wilayahnya luas tapi luput dari perhatian Pemprov Jabar yang saat ini dipimpin Ridwan Kamil. Bantuan untuk Kabupaten Bogor, menurutnya, tidak pernah meningkat. “Kabupaten Bogor sangat luas tapi belum tersentuh banyak,” ujar Ade Yasin.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meminta anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) ke Pemprov Jabar hampir dua kali lipat ketimbang tahun lalu. “Untuk yang diusulkan sekarang di 2020 sebesar Rp239 miliar,” kata Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Lestia Irmawati.

Jumlah sebesar itu dinilai Lestia masuk akal. Sebab, Kabupaten Bogor punya wilayah luas dengan penduduk yang padat dibanding 26 kabupaten/kota di Jabar. “Tapi pada prinsipnya kita inginnya sebanyak-banyaknya karena luas Kabupaten Bogor besar. Jumlah penduduknya banyak. Jadi kalau misalkan Ibu Bupati mengajukan besar, ya menurut kami memang ada alasannya,” ujar Lestia.

Pada 2019, Kabupaten Bogor mendapat Bankeu Pemprov Jabar sebanyak Rp122 miliar. Untuk 2020, Kabupaten Bogor meminta Rp239 miliar untuk menjalankan berbagai program, dari pembangunan RSUD Cibinong, RSUD Ciawi, Pasar Cisarua, pembangunan jalan penghubung Kabupaten Bogor-Kabupaten Sukabumi, sampai Jalan Pasiripis. Uang Rp239 juga akan dialokasikan untuk Bantuan Operasional Pendidikan (BOP). “(Termasuk, red) untuk desa terpencil dan lain-lain. Itu sudah baku dan sudah biasa diberikan provinsi,” jelas Lestia.

Ada dua alokasi untuk membiayai program gubernur Jabar (kegiatan strategis gubernur, red), yakni pembangunan Pasar Cisarua sebesar Rp25 miliar untuk tahap kedua (tahap pertama sudah Rp10 miliar, red) dan pembangunan alun-alun di Cirimekar sebesar Rp10,7 miliar. Namun jumlah Rp239 miliar itu baru usulan. Untuk realisasinya, Kabupaten Bogor masih harus menunggu keputusan dari Pemprov Jabar.

Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan mengaku sudah mendapat pencerahan agar bisa mendapatkan bantuan dari pemprov. Menurut Politisi Gerindra itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) tidak akan sungkan-sungkan untuk menggelontorkan dana asalkan program pemkab sejalan dengan visi-misi Pemprov Jabar. “Jadi kalau mau mendapatkan bantuan, harus selaras,” katanya kepada Metropolitan, kemarin.

Ia juga sudah menugaskan dinas-dinas yang merasa kekurangan dana dari APBD bisa menyesuaikan dengan program gubernur agar bisa mendapatkan kucuran dana. Selain bantuan dari RK, Iwan juga menjelaskan bahwa Bank Jabar Banten siap memberikan bantuan untuk daerah yang mengalami defisit dana di APBD. “Jadi Bank Jabar itu punya program Indah, yaitu program untuk mendanai infrastruktur daerah. Nah, di situ kita bisa masuk,” pungkasnya. (cr2/c/els)