Menteri Kabinet Kerja Pamit

by -45 views

METROPOLITAN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan kembali dilantik untuk periode kedua pemerintahannya pada Minggu (20/10), yang dilanjutkan dengan mengumumkan susunan kabinet baru. Jumat (18/10) kemarin, Jokowi menggelar perpisahan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri kabinet kerja.

Sejumlah menteri mantan punggawa kabinert kerja memiliki kesan yang tak terlupakan, seperti Menteri PUPR Basuki Hadimuljono membenarkan bahwa dirinya kerap ditelepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah malam guna menginstruksikan sesuatu seperti terjadi bencana alam di Tanah Air.

“Iya, kalau malam kalau ada masalah misalnya ada bencana alam di sana, itu malam telepon besok ke sana,” ujar Basuki di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Basuki juga memiliki kesan yang cukup mendalam bersama Jokowi. Dimana, kata dia, saat ditelepon malam hari untuk meresmikan jalan tol di Tanjuk Priok pada keesokan harinya. “Misalnya tol Tanjung Priok (ditelepon jam) 10 malam, besok kita resmikan. Nah gitu,” tutur dia.

Begitu juga dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan kesan-kesan selama menjadi bendahara negara yang mengatur seluruh anggaran kementerian dan lembaga. Dia menyebut, kerap menerima keluhan menteri terkait anggaran yang diperlukan dalam menyelesaikan suatu proyek.

Sri Mulyani menyebut selama ini komunikasi antar kementerian dan lembaga sangat baik, meski masih ada satu menteri yang tidak menggunakan whatsapp di zaman yang kian canggih. Dia adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

“Dia satu-satunya menteri yang tidak pakai whatsapp, jadi masih sms-an. Kalau yang lain whatsapp, tapi kita coba selalu mendukungnya dalam apapun itu,” ujar nya disambut tawa Menteri Basuki dalam acara Ngopi Teko.

Sementara itu,  Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti menyampaikan ucapan pamitnya di kementeriannya. Hal tersebut dilakukannya pada hari terakhir kerja di Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Dari pantauan Instagram Susi Pudjiastuti, dirinya mengunggah sebuah video berdurasi 3,37 menit. Diiringi lagu musikal berjudul ‘Sampai Jumpa’ dari Band Endank Soekamti, video tersebut memperlihatkan perjalanan dirinya dari awal diperkenalkan oleh Presiden Jokowi.

Dalam unggahannya tersebut, dirinya juga memberikan kesan menjadi Menteri KKP. “Tidak terasa sudah lima tahun kebersamaan dengan keluarga besar KKP,” kutip akun @Susipudjiastuti115.

Dirinya mengatakan, terima kasih untuk dukungan pegawai KKP. Di mana perjalanan tersebut dinilainya luar biasa. “(Jadi Menteri) meninggalkan banyak kenangan dan kesan yang tidak akan terlupakan,” kutip akun tersebut.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menggelar acara perpisahan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 18 Oktober 2019 di akhir masa pemerintahan 2019-2024.

Dalam kesempatan itu, Jokowi makan siang bersama para menteri. Sebelum itu, Jokowi juga berfoto bersama dengan Wakil Presiden, para menteri, staf khusus presiden, utusan khusus presiden di depan Istana Merdeka.

Dalam pidato singkatnya, Jokowi menyampaikan terima kasih atas kerjasama selama 5 tahun terakhir. Selain itu, Jokowi juga minta maaf kepada para menteri karena sering mengganggu pada tengah malam.

“Saya juga minta maaf bapak ibu sering saya ganggu tengah malam, saya nggak sekali dua kali telpon tengah malam ke Pak Tito (Kapolri), telepon tengah malam ke Panglima TNI, ke Kepala BIN, Bu Menteri Keuangan tengah malam pernah saya telpon, Bu Menteri Retno Marsudi tengah malam saya telepon, Pak Basuki juga sama saya kira itulah gangguan-gangguan yang harus saya harus lakukan karena negara ini memerlukan kerja kita semua,” kata Jokowi.

Dalam 5 tahun terakhir, Jokowi menyatakan pertemuan yang agak santai di Istana Negara berlangsung hari ini. Di situ, para menteri bernyanyi. Biasanya, pertemuan yang diselenggarakan adalah rapat, rapat terbatas, rapat paripurna.

“Sekali lagi saya berterima kasih kepada Pak Wapres, bapak ibu, saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila pergaulan sehari-sehari dalam saya memberi perintah, memberi instruksi tidak berkenan, saya manusia biasa penuh kekhilafan, kekurangan, ketidaktahuan sehingga banyak hal yang dalam kita berinteraksi, bergaul ada yang kurang berkenan,” kata Jokowi. (okz/dtk/mam/run)