Muspika dan Warga Nanggung Gotong-royong Bangun Musala

by -12 views
KERJA BAKTI: Plt Camat Nanggung bersama Muspika Kecamatan Nanggung menyerahkan bantuan semen untuk musala saat gotong-royong Bulan Bakti Pancakarsa.

METROPOLITAN –  Kekompakan Muspika dan Warga Nanggung tercermin saat mengawali Bulan Bakti Pancakarsa, belum lama ini. mereka gotong royong membangun musholla An- Nur yang berlokasi di Kampung Pasirahad Kaler RT 02/ 07, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.

Plt Camat Nanggung, Ae Saepulloh mengatakan, Bulan Bakti Pancakarsa di wilayahnya diperingati dengan membangun sarana ibadah sekaligus pemberian bahan material.  Di antaranya puluhan sak semen dan keramik dari Bupati Bogor dan pihak kecamatan.

“Secara serentak setiap desa se- Kecamatan Nanggung melaksanakan bulan bakti Pancakarsa hingga 30 Oktober mendatang disatukan dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD),” ujar Ae.

Menurutnya, titik awal  pencanangan Pancakarsa di Nanggung dilakukan di Kampung Pasirahad Kaler dengan  membangun sarana ibadah.

“Karena musholla itu untuk kepentingan umat, kalau bukan kita yang membangun siapa lagi,” terangnya.

Menurutnya, Bulan Bakti Pancakarsa yang diinisiasi Bupati Bogor Ade Yasin ini menumbuhkan dan melestarikan budaya kebersamaan dam gotomg royong di masyarakat. Semua belomba-lomba ikut mewujudkan cita-cita Pancakarsa yang terdiri dari Bogor sehat, Bogor Cerdas, Bogor Beradab, Bogor Maju dan Bogor Membangun.

“Program tersebut merupakan  tindak lanjut atas  arahan Bupati Bogor untuk mengambil budaya lama yang baim seperti semangat gotong royong,” tegas Ae.

Sementara itu, Plt Kepala Desa Parakanmuncang, Sahrudin mengajak warganya bekerjasama menyelesaikan pembangunan musholla tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah memberikan bantuan material semen untuk kepentingan kegiatan keagamaan,” ucapnya.

Tokoh agama sekitar, Surya ikut sumringah saat menerima bantuan berupa semen dan keramik dari Bupati Bogor dan Kecamatan Nanggung. Selama ini, keberadaan musholla tersebut memang sangat dibutuhkan warga karena musholla yang lama keadaannya cukup kecil sehingga tidak bisa menampung jamaah  banyak.

“Untuk itu, warga bersepakat secara swadaya  membeli tanah untuk digunakan bangunan musholla,” pungkasnya. (ads/c/fin)