OPINI: Desentralisasi Membangun Daerah Lebih Optimal

by -144 views
Aam amalia, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKIM - JKT.

Tahun 2001 merupakan awal pelaksanaan otonomi daerah atau desentralisasi. Pemerintah pusat menyerahkan wewenangnya kepada daerah untuk mengatur, mengarahkan dan mengembangkan daerah secara mandiri sesuai kebijakan otonomi.

Kebijakan ini sangat menguntungkan bagi daerah, tak terkecuali di bidang kesehatan. Masalah kesehatan merupakan suatu persoalan yang kompleks dan prioritas di samping masalah ekonomi dan pendidikan.

Di satu sisi, masyarakat mengharapkan pelayanan yang optimal. Namun di sisi lain, masih banyak yang harus ditingkatkan di bidang kesehatan. Baik kapasitas maupun kualitasnya.

Setelah era otonomi daerah, pemerintah kabupaten/kota dapat memaksimalkan pembangunan kesehatan dalam upaya memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat.

Saat ini, Kabupaten Bogor memiliki 101 puskesmas, lebih dari 200 pustu dan 4 rumah sakit daerah. Semua dibangun sebagai upaya pemerataan sarana kesehatan agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang baik.

Dengan kebijakan otonomi, Kabupaten Bogor tidak lagi sulit melaksanakan pembangunan, walaupun tetap peran pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan dalam upaya mengawasi jalannya pembangunan.

Otonomi daerah harus lah menjadi modal yang baik bagi pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan SDM yang berkulitas. Karena dengan SDM yang baik, kabupaten/kota akan menjadi kabupaten yang maju dan berkeadaban.

Kebijakan otonomi daerah dapat membangkitkan semangat dalam bekerja. Untuk itu, perlu adanya keseriusan para pegawai, khususnya bidang kesehatan.

Hal ini berlaku untuk pejabat struktural sampai ke pelaksana untuk terus membangkitkan etos kerja yang produktif, inovatif dan kongkrit. Sehingga dapat memberikan pelayanan yang bermutu dan pada akhirnya masyarakat merasa puas terhadap pelayanan kesehatan, khusunya di Bogor.

Penulis Aam amalia, Mahasiswa Kesehatan Masyarakat STIKIM – JKT.

Loading...