Pecahkan Rekor Panjat Tebing Dunia

by -56 views
PRESTASI: Atlet panjat tebing Aries Susanti Rahayu berhasil memecahkan rekor dunia dalam final Kejuaraan Dunia IFSC Climbing World Cup 2019 di Xiamen, Tiongkok, Sabtu (19/10).

METROPOLITAN – Atlet panjat tebing wanita asal Indonesia, Aries Susanti Rahayu, bikin catatan luar biasa dengan memecahkan rekor dunia Speed World Record. Ia mencatatkan waktu 6,995 detik.

Aries Susanti Rahayu turun di partai final Kejuaraan Dunia IFSC Climbing World Cup 2019 di Xiamen, Tiongkok, Sabtu (19/10).

Ia sanggup menembus catatan waktu di bawah tujuh detik pada nomor wanita dalam partai final Kejuaraan Dunia IFSC Climbing World Cup 2019.

Catatan waktu Aries Susanti yakni 6,995 detik di partai final mengalahkan torehan atlet Tiongkok, Yi Ling Song, dengan 9,032 detik. Pencapaian itu mendapat apresiasi dari penonton yang hadir di Xiamen.

Bahkan, komentator menyebut Aries sebagai atlet yang luar biasa yang terus melaju mencapai tujuannya. Aries tampil all out. Ia memacu kecepatannya dengan maksimal.

Semua keahliannya dikeluarkan dan tidak melambat sedikit pun. Aries Susanti terus melaju. Usaha keras dan konsentrasi itu membuahkan hasil dan mengantarkannya menjadi juara dunia, sekaligus pemegang rekor dunia women speed world record.

Pemecahan rekor itu pun menjadi cita-cita dan idaman Aries. Ia mengaku senang cita-cita dan targetnya bisa tercapai.

“Saya bersyukur kepada Allah atas prestasi ini. Saya senang sekali akhirnya bisa pecah rekor. Ini yang saya impikan. Saya persembahkan prestasi ini untuk Indonesia,” katanya.

Aries yang lahir pada 1995 itu mulai tertarik dengan dunia panjat tebing saat duduk di bangku SMP di Grobogan, Jawa Tengah.

Bakat dan potensinya ditemukan dua guru di sekolahnya yang menyarankan Aries untuk serius menjalani olahraga panjat tebing.

Meski tengah disibukkan dengan kegiatannya berlatih panjat tebit, Aries masih tercatat sebagai salah satu mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Semarang.

Nama Aries baru mulai dikenal ketika ia berlomba di IFSC World Cup 2018 di Chongqing, China. Saat itu, Aries berhasil mengalahkan atlet Elena Timofeeva dengan catatan waktu 7,51 detik.

Kemudian, namanya semakin dikenal ketika ia berhasil meraih dua medali emas di Asian Games 2018. Prestasi yang dimiliki Aries Susanti rupanya menginspirasi aktris sekaligus sutradara, Lola Amalia, untuk mengangkat kisah hidupnya ke dalam layar lebar. Dengan film berjudul ‘6,9 detik’, untuk pertama kalinya Aries ditantang berakting. Film ini sudah tayang pada akhir September 2019 lalu.

Atlet yang dijuluki ‘Spiderwoman dari Grobogan’ itu memiliki kekasih yang sama-sama atlet panjat tebing bernama Alfian Muhammad Fajri. Alfian pernah merebut medali emas di nomor speed world record dalam kejuaraan dunia IFSC Worldcup Chamonix, Prancis, pada Juli 2019 dengan catatan waktu 5,764 detik.

Sebagai atlet berhijab, gaya hijab Aries cenderung simpel. Jika tidak sedang bertanding, ia terlihat mengenakan pashmina atau hijab segiempat dengan warna-warna polos seperti hitam, pink dan abu-abu. Terkadang, Aries memadukan hijabnya t-shirt lengan panjang dengan jeans atau rok panjang. (kum/lip/els/run)