Pelajar Bogor Dilarang ke Jakarta, Stasiun Diperketat

by -69 views

METROPOLITAN – Menjelang pelantikan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober besok.  Bupati Bogor Ade Yasin siap menegur sekolah di Kabupaten Bogor yang siswanya ikut berdemonstrasi di Jakarta.

“Tindakan tegasnya, saya sudah sampaikan pada kepala sekolah, pertama akan menegur pihak sekolah, kemudian orangtua yang membiarkan anaknya lolos ke sana,” ujar Ade Yasin di Stadion Pakansari, Cibinong, Jumat (18/10) kemarin.

Menurutnya, pelajar tidak semestinya melakukan aksi demo, terlebih ia menganggap bahwa pelantikan Presiden dan Wakil Presiden mendatang sudah sesuai dengan konstitusi, karena mereka yang dilantik merupakan pilihan rakyat. “Jadi pelantikan ini kan sudah sesuai dengan konstitusi, ini adalah pilihan rakyat, pemenangnya pilihan rakyat. Hoaks terus masuk juga ke kalangan pelajar. Mudah-mudahan mereka juga cerdas menanggapi isu-isu yang dilontarkan di medsos,” kata Ade Yasin.

Pada deklarasi yang dikemas dalam kegiatan olahraga itu, Forkopimda Kabupaten Bogor menyuarakan komitmen untuk menjaga kondusivitas, sembari membentangkan spanduk bertulis ‘Menolak unjuk rasa anarkis, menolak radikalisme, dan terorisme. Indonesia damai dalam persatuan, NKRI harga mati’.

Bupati yang belum genap setahun memimpin Kabupaten Bogor itu berharap, masyarakat tidak terprovokasi isu apa pun. Sehingga, hari pelantikan Presiden dan Wakil Presiden bisa berlangsung kondusif, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor.

“Kami mengimbau agar kita menghadapi ini dengan tenang dan situasi yang kondusif. Harapannya, jangan terprovokasi, lihat saja di televisi di rumah masing-masing, bagaimana konstitusi itu berjalan,” kata Ade Yasin.

Sementara itu, pihak Polres Bogor akan melakukan penyekatan di stasiun dan terminal di Bogor. “Penyekatan tetap dilakukan di wilayah perbatasan, termasuk juga stasiun, terminal, dan di daerah titik-titik kumpul mereka (pelajar),” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni.

Joni menambahkan imbauan dan pembinaan ke para siswa juga dilakukan. Polisi, katanya, sudah datang ke sekolah-sekolah untuk memberikan imbauan ke para pelajar. Kepala sekolah, lanjut Joni, juga sudah mengimbau para siswa tidak demo ke Jakarta.

Dia menerangkan para pelajar harus bisa melakukan kegiatan positif daripada demo ke Jakarta. “Di sana juga mungkin terlantar (pelajar), tanpa ada makanan dan minuman, yang mengurusi di sana,” lanjut dia.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan kepolisian pun melakukan upaya agar para pelajar bisa melakukan kegiatan lain seperti olahraga bersama, lomba musik, dan baris-membaris, agar para pelajar bisa mengembangkan kreativitas

“Tentunya dengan kegiatan itu, memberikan kesempatan ke adik-adik kita untuk berkreasi yang lebih positif. Daripada kegiatan hoax menuju ke Jakarta tanpa ada tujuan,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Dandim 0621/ Kabupaten Bogor Letkol Inf Harry Eko mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemetaan titik-titik lokasi yang memang dinilai rawan.

Tapi, menurutnya sejauh ini tidak ada pergerakan massa yang dinilai negatif di wilayah jelang pelantikan presiden ini.“Kami juga sudah melakukan koordinasi di seluruh Koramil yang ada di Kabupaten Bogor, supaya pelantikan presiden ini berjalan lancar,” pungkasnya. (cr2/c/mam/run)