Pemkab Harus Rogoh Kocek Rp10 Miliar untuk Cariu

by -34 views

METROPOLITAN – Keca­matan Cariu menjadi salah satu wilayah yang paling ter­dampak kekeringan tahun ini. Beruntung, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mi­neral (ESDM) memberikan bantuan berupa mesin untuk sumur bor dan tangki air. Namun untuk memasangnya, Pemerintah Kabupaten (Pem­kab) Bogor perlu merogoh kocek hingga Rp10 miliar.

Bantuan yang didapat dari Kementerian ESDM Republik Indonesia diharapkan bisa menjadi solusi jitu untuk me­nanggulangi bencana tahunan di Bogor Timur.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Ra­kyat (PUPR) Kabupaten Bogor Soebiantoro mengatakan, bantuan tersebut akan dipa­sang di 40 titik di wilayah Kecamatan Cariu. Namun, pemasangannya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena setiap titiknya mem­butuhkan anggaran hingga Rp250 juta.

“Bantuan dari kementerian belum bisa dipasang dalam waktu dekat, karena belum masuk Sistem Informasi dan Manajemen Perencanaan, Penganggaran dan Pelaporan (Simral) 2019 yang menjadi dasar untuk mendapatkan pos anggaran APBD,” kata lelaki yang akrab disapa Bibin itu.

Rencananya, Bibin akan menghadap Bupati Bogor Ade Yasin dan ketua Tim Angga­ran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk membicarakan per­soalan tersebut dalam waktu dekat agar bisa dianggarkan.

“Rencananya nanti kami akan lapor ke Bupati dan TAPD. Mudah-mudahan dapat di­anggarkan di tahun depan,” ujarnya.

Nantinya, sumur bor yang dibangun memiliki kedalaman 132 meter, dengan kapasitas penampungan sebanyak 1.500 meter kubik. Sumur bor terse­but mampu melayani kebutu­han air bersih untuk 2.880 jiwa.

Terpisah, Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Klima­tologi Bogor Hadi Saputra mengaku kehadiran sumur bor memang menjadi salah satu solusi bagi warga di wi­layah Bogor Timur. Sebab, wilayah Bogor Timur meru­pakan salah satu wilayah yang dikategorikan sebagai zona merah terdampak kemarau.

”Berbeda dengan wilayah Bogor Barat yang setiap bulan­nya pasti mendapatkan hujan karena dekat dengan Gunung Salak,” terang Hadi.

Badan Meteorologi, Klima­tologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi kekeringan akan terus melanda wilayah Bogor Timur sampai November. Beberapa sungai sudah men­galami kekeringan akibat kemarau ekstrem. Selain itu, 5.000-an meter sawah men­galami gagal panen atau fuso. (cr2/b/fin/run)