Pemkot Bertekad Tuntaskan Kota Tanpa Kumuh

by -16 views

SUKABUMI – Beragam cara dilakukan Pemerintah Kota Sukabumi untuk menuntaskan kawasan kumuh. Salah satunya, yakni dengan menggiatkan kolaborasi bersama semua elemen masyarakat dalam mewujudkan Sukabumi kota tanpa kumuh pada 2020 mendatang.

Hal ini mengemuka dalam Lokakarya program Kota tanpa kumuh (Kotaku) Kota Sukabumi tahun 2019 yang dihadiri Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Wakil Wali Kota Sukabumi Andri S Hamami di Hotel Balcony, kemarin.

Dalam kegiatan yang bertemakan ‘Melalui kolaborasi kita tingkatkan kualitas infrastruktur permukiman menuju permukiman layak huni Kota Sukabumi pada 2020′ itu ditandai penandatanganan komitmen bersama penanggulangan kumuh oleh perwakilan elemen masyarakat.

“Salah satu upayanya dengan mendukung program Kotaku yang merupakan upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia, ” kata Fahmi. 

Pemkot juga lanjut Fahmi, mendukung “Gerakan 100-0-100”, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

“Hal ini sejalan dengan kegiatan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Yogyakarta yang membahas penanganan kawasan kumuh melibatkan berbagai pemangku kepenetingan dan unsur Pentahelix,” ungkapnya.

Menurut Fahmi, penanganan kawasan kumuh di Kota Sukabumi sudah berjalan dengan baik. Faktanya pada 2015 ada sebanyak 139 hektare kawasan kumuh di Kota Sukabumi.

Jumlah tersebut kini turun drastis hingga hanya tersisa sebanyak 32 hektare. Turunnya kawasan kumuh ini menunjukkan seriusnya pemerintah dalam menangani kawasan kumuh salah satunya melalui program Kotaku.

Menurut Fahmi, Kota Sukabumi dengan luas 48 kilometer persegi dan jumlah penduduk 348 ribu jiwa masih terdapat kawasan kumuh di setiap kecamatan. Ke depan kawasan kumuh yang tersisa itu akan dituntaskan pada 2020. (ade/suf)