Penjual Perawan Bogor Incar Pelajar Hingga Gadis Desa, Dihargai Rp20 Juta

by -

METROPOLITAN.id – Polres Bogor berhasil mengungkap kasus perdagangan manusia atau traficking dengan menjual perawan ke pria hidung belang. Sasarannya, pelajarnya siswi sekolah hingga gadis desa dengan iming-iming uang belasan juta.

Hal itu terungkap setelah dua orang mucikari yaitu Y dan GG diamankan di salah satu hotel di kawasan Sentul City, Kabupaten Bogor, (15/10).

Kedua pelaku tersebut diketahui menjual gadis yang masih perawan kepada pria hidung belang. Setiap gadis perawan dibanderol Rp20 juta.

Korbannya pun tak hanya gadis asal Bogor, akan tetapi merambah hingga luar Bogor. Mereka yang menjadi sasaran umumnya gadis desa hingga pelajar.

“Untuk korban ada dari Bogor dan ada juga dari luar Bogor, pelaku biasanya memanfaatkan gadis desa atau pelajar yang membutuhkan uang,” kata Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni saat rilis di Mako Polres Bogor, Rabu (23/10).

Kapolres Bogor AKBP Muhammad Joni menunjukan barang bukti kasus perdagangan manusia atau penjualan gadis saat rilis di Mako Polres Bogor, Rabu (23/10).

Modus ini memanfaatkan keinginan pelanggan yang membutuhkan perempuan di bawah umur atau sudah tidak di bawah umur dengan kategori masih perawan.

Mucikari memanfaatkan media daring atau online untuk memasarkan para korbannya.

Pelaku juga diketahui telah memiliki jaringan khusus dan menyediakan gadis sesuai permintaan pelanggan. Kebanyakan, yang pelaku jual adalah gadis-gadis desa.

Berdasarkan penelusuran di aplikasi WhatsApp, Facebook, Instagram dan beberapa aplikasi lainnya milik pelaku, ada sekitar 25 gadis yang disediakan.

Setiap transaksi, sang mamih mendapat jatah Rp3 juta sementara para gadis diiming-imingi Rp17 juta.

“Mamih-mamihnya jatahnya Rp3 juta, Rp17 jutanya itu untuk perempuan yang di boking. Mamih-mamihnya juga pernah jadi korban,” terangnya.

Untuk pembayaran, pelanggan biasanya diminta mentransfer uang muka atau DP sebesar Rp3 juta. Sang mamih kemudian menentukan lokasi hotel untuk gadis yang dijual dan pelanggannya. Sisanya akan dibayar setelah eksekusi.

“Pelanggan harus membayar DP kepada mamih-mamih itu dengan harga Rp3 juta. Untuk sisanya, pelanggan membayar Rp17 juta setelah selesai melakukan eksekusi dan yakin gadisnya perawan,” ungkap Joni.

Petugas menggiri tersangka perdagangan manusia atau penjual gadis perawan saat rilis di Mako Polres Bogor, Rabu (23/10). (Foto: Sandika/Metropolitan)

Pengakuan pelaku, baru ada dua gadis yang dijual. Salah satunya adalah KO gadis berusia 20 tahun. Namun, polisi masih terus melakukan pendalaman.

Pelaku diketahui mengirim gadis perawan lintas provinsi hingga ke Kalimantan Selatan. Para korban juga tidak hanya berasal dari Bogor akan tetapi dari daerah-daerah lain.

“Pengakuannya pelaku sudah satu tahun lebih, pelanggannya itu tergantung selera. Jaringannya mereka luas. Untuk transaksi kali ini diungkapkan di wilayah Kabupaten Bogor,” tuturnya.

Saat diamankan, polisi berhasil menemukan barang bukti berupa uang Rp3 juta, mobil dan kondom. Para pelaku dijerat Pasal 2 Undang-undang nomor 21 tahun 2007 tentang tindak pidana penjualan orang dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Lelaki hidung belang juga sudah diamankan tapi masih dalam proses pemeriksaan kita,” tandas Joni. (fin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *