Penusuk Wiranto Pernah Tinggal di Bogor

by -82 views
TRAGIS: Menkopolhukam Wiranto mendadak diserang dan harus menerima tusukan Kunai dari dua orang saat tiba di Kampus Mathla’ul Anwar, Pandeglang, kemarin

METROPOLITAN  – Pasangan suami istri SA dan FA tiba-tiba menyerang Menkopolhukam Wiranto saat kunjungan di Pandeglang, Banten, kemarin. Sang suami yang kerap dipanggil Abu Rara itu ternyata masih terkait dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan pernah tinggal di Bogor.

Seorang pria tegap berpakaian batik hijau turun dari mobil Toyota Land Cruiser Prado hitam berpelat nomor RI 16. Warga sudah berkerumun menantinya sembari mengarahkan kamera ponsel kepada yang bersangkutan.

Kejadian yang terekam setelahnya tak bakal disangka siapa pun. Tak lama setelah turun dari mobil, secepat kilat ia diterjang seseorang berpakaian hitam dari arah kiri. Beberapa orang di sekelilingnya pun berusaha menghalangi tapi gagal. Ia tersungkur sambil memegang perutnya. Ia ditikam. Orang itu adalah Wiranto, bekas Panglima ABRI yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam).

Wiranto ditusuk di pintu gerbang Alun-alun Menes, Purwaraja, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10), atau sepuluh hari jelang pelantikan presiden-wakil presiden terpilih 2019-2024. Saat itu ia hendak balik ke Jakarta setelah kunjungan kerja. Lewat keterangan tertulis, Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan bahwa penusukan itu terjadi sekitar pukul 11:55 WIB.

Sebenarnya Wiranto tiba di lokasi tersebut beberapa jam sebelumnya, tepatnya pukul 08:57 WIB. Saat itu ia disambut beberapa pejabat daerah, yakni Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, Danrem 064/MY Kolonel Inf Windiyatno, Dandim 0601/Pandeglang Letkol Inf Denny Juwon Pranatadan, Kapolres Pandeglang AKBP Indra Lutriyanto Amstono dan Bupati Pandeglang Irna Narulita.

Ia lantas berangkat ke Kampus Universitas Mathla’ul Anwar (Unma) Banten pukul 09:05 WIB dan sampai pukul 09:17 WIB. Dari alun-alun, jaraknya sekitar 7,2 kilometer. Di sana ia menghadiri peresmian salah satu gedung perkuliahan.

Wiranto dan rombongan lantas makan siang di Gedung I Unma pukul 10:47 WIB. Ia juga bertemu Presiden Mahasiswa Unma Agus Hidayat dan Wakil Presiden Mahasiswa Erik pada pukul 11:00 WIB. Mereka menyampaikan aspirasi kepada Wiranto dan dijawab bahwa ia akan meneruskannya kepada Presiden Joko Widodo.

Setelah itu, Wiranto balik lagi ke alun-alun setengah jam kemudian dan tiba pukul 11:50 WIB untuk menyapa masyarakat. Belum sempat menyapa, Wiranto ditusuk. Pelaku diketahui SA alias Abu Rara dan istrinya, FA. “Kedua tersangka menggunakan sajam (senjata tajam, red) berjenis gunting. Pak Menteri hanya mengalami luka goresan di perut bagian bawah,” kata Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir.

Tomsi menerangkan, Wiranto dibawa ke Klinik Menes Medical Center dan sampai pukul 11:55 WIB. Lima menit kemudian, Wiranto dialihkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang.

Direktur Utama RSUD Berkah menyatakan Wiranto ditusuk di dua titik. RSUD juga merawat tiga orang yang juga terkena tusukan, yakni Kapolsek Menes Kompol Dariyanto, pengurus Mathlau’ul Anwar yang juga mantan sespri Wiranto, Fuad Syauqi, serta ajudan Danrem 064/Maulana Yusuf Serang, Serda Yogi.

Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan memastikan Abu Rara, pelaku penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto, bagian dari jaringan teroris Bekasi. Sebelum tinggal di Menes, ia tinggal di Bogor.

“Bahwa pelaku adalah kelompok dari JAD Bekasi. Kita tahu bahwa saudara Abu Rara ini adalah sel JAD Kediri. Kemudian setelah kita deteksi, kemudian pindah ke Bogor, kemudian dengan istri pertama cerai dia pindah ke Menes dan difasilitasi oleh Abu Samsudin, JAD dari Menes, untuk tinggal di sana,” jelasnya kepada wartawan di RS PAD, Jakarta, kemarin.

Budi mengaku saat ini pihaknya sedang mengembangkan kejahatan dari Abu Rara. “Memang kita sedang dalam pengembangan untuk menangkap para jejaringnya,” tegasnya. Apakah ada hubungannya dengan pelantikan Jokowi? Budi menjelaskan tidak ada kaitannya ke arah sana. Hanya saja maksudnya sengaja membuat distabilitas saja. “Setelah kita deteksi, JAD ini ingin membuat distabilitas, termasuk tersangka Abu Rara ini,” katanya.

NGONTRAK SEJAK 8 BULAN LALU

Pemilik kontrakan yang dihuni Syahrial Alamsyah (SA) alias Abu Rara, penusuk Wiranto, bercerita mengenai sosok Abu Rara. Abu Rara datang ke Menes, Pandeglang, Banten, sekitar delapan bulan lalu. Pemilik kontrakan, Yusep Sugiharto, menerangkan bahwa Abu Rara dibawa Samsudin yang sudah mengontrak selama 1,5 tahun. Syahrial alias Abu Rara datang membawa istri dan dua anaknya.

Yusep juga mendapatkan informasi dari pihak RT mengenai perceraian Abu Rara dengan istri pertama. Satu anaknya dibawa istri pertama yang cerai, satu anak lainnya tetap bersama Abu Rara. “Cerai, kata Pak RT. Anak kecilnya dibawa ke Medan sama istrinya. Terus nikah sama yang keduanya,” kata Yusep.

Namun, Yusep mengaku tidak pernah bertemu langsung dengan Syahrial. Warga, menurut Yusep, mengenal Abu Rara sebagai sosok yang tertutup. Tertutupnya Abu Rara juga diungkapkan tetangga kontrakan pelaku bernama Eka. “Selama di sini nggak pernah lihat Jumatan. Memang orangnya benar-benar tertutup,” singkat Eka. (dtk/trt/els/run)