Polisi Waspadai Penyebaran Hoaks Jelang Pelantikan Presiden

by -33 views

SUKABUMI – Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024 akan dilaksanakan  pada Minggu 20 Oktober 2019, di Gedung DPR RI. Menjelang pelantikan ini, aparat dan pemerintah berupaya menjaga kondusifitas di daerah masing-masing, termasuk di Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Muspika Palabuhanratu melakukan deklarasi damai di halaman Kantor Kecamatan Palabuhanratu, kemarin. Ikut dalam kegiatan ini pelajar, ormas, masyarakat dan tokoh agama. 

Kapolsek Palabuhanratu AKP Oki Eka Kartikayana menyatakan, hal yang diharapkan dari deklarasi damai ini yaitu masyarakat Palabuhanratu bisa seterusnya menjaga ketentraman dan kedamaian, tidak hanya dalam rangka menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

“Alhamdulillah deklarasi ini langkah bagus dan strategis dalam rangka menyambut pelantikan dengan diadakan deklarasi ini masyarakat turut mewujudkan pelantikan presiden dan wakil,” jelasnya.

Menjelang pelantikan presiden ini, hal yang diwaspadai aparat adalah tersebarnya berita hoaks yang di media sosial. Maka dari itu dia mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terprovokasi dengan berita yang belum pasti dan selalu melakukan cek dan ricek.

“Tentunya kami berharap kepada para pemuda tidak mudah terprovokasi, bersikap bijak dalam menanggapi setiap berita di medsos sehingga tidak mudah terpengaruh. Apapun berita itu di mohon di cek kebenarannya, agar kita tetap bisa menjaga keamanan dengan kondusif,” jelasnya.

Hal senada diungkapkan, Camat Palabuhanratu, Ahmad Syamsul Bahri. Hal yang diharapkan dari kegiatan ini adalah kondusifitas. “Tentunya kita berharap dengan adanya deklarasi damai ini, masyarakat Palabuhanratu bisa menjaga ketentraman dan kedamaian dalam rangka menyambut pelantikan Presiden dan Wakil Presiden nanti,” ujarnya. 

Dengan damai dan tentram maka yang menjadi harapan dari tujuan demokrasi bakal tercapai. Semua pihak ikut dalam deklarasi ini termasuk kalangan muda. Kepada kalangan muda, Ahmad berharap menjadi generasi yang berkualitas.

“Anak muda sebagai potensi penerus bangsa bisa menciptakan kualitas pemuda yang mendukung dan mencintai NKRI ini,” singkatnya.

Sementara itu, Danramil Palabuhanratu Kapten Inf. Budi Hadi Priyadi mengatakan deklarasi damai bisa dikatakan suatu kebutuhan dan tanggungjawab bersama. Menurut dia,  menjaga keamanan tidak hanya tugas TNI maupun polri.

“Para anak muda sebagai millenial dan calon harapan generasi bangsa, mereka harus mengetahui wawasan nusantara dan kondisi bangsa, karena mereka andalan bangsa sehingga kedepan bangsa ini lebih maju,” singkatnya. (suc/suf)