Puluhan Tenaga Honorer Geruduk Kantor BKPSDM

by -

SUKABUMI – Sebanyak 30 tenaga honorer yang tergabung dalam Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Kabupaten Sukabumi melakukan audiensi di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di Jalan Raya Kadupugur, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kemarin.

Audiensi itu dihadiri langsung perwakilan BKPSDM, Dinas Pendidikan (Disdik) dan DPRD Kabupaten Sukabumi. Koordinator Audiensi, Kris Dwi Purnomo, mengatakan bahwa kedatangan para tenaga honorer tersebut merupakan tindak lanjut dari jawaban pemerintah dalam audiensi pada 3 Oktober 2018 lalu belum direalisasikan.

Dalam audiensi tersebut, para guru dan tenaga honorer di Kabupaten Sukabumi melayangkan delapan tuntutan.

“Tuntutan yang pertama, meminta tenaga pengajar berkualifikasi sarjana dan belum mendapatkan surat tugas untuk diberikan surat tugas. Kedua, diadakan kembali tunjangan fungsional berupa uang sebesar Rp300.000, ” beber Kris.

Tuntutan ketiga, FPHI meminta surat tugas yang diterima tenaga honorer ditambahkan pengunaannya. Seperti bisa digunakan untuk mengajukan sertifikasi.

“Di Kementerian Agama, tenaga pengajar bisa mengajukan sertifikasi menggunakan surat tugas. Kenapa di Disdik tidak bisa? Seperti ada diskriminasi, ” ungkapnya.

Tuntutan yang keempat, lanjut Kris, meminta BKPSDM menghargai pengabdian tenaga pengajar honorer yang sudah lama, dengan mengangkat tenaga pengajar honorer yang lama untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Tuntutan yang kelima, staf P3K yang lebih dari 35 tahun dapat masuk PNS tanpa tes. Dan yang keenam, seperti yang pernah dijanjikan Pak Sekda, jaminan kesehatan untuk tenaga pengajar honorer, ” paparnya.

Tuntutan ketujuh, sambung Kris, pejabat pembina kepegawaian memberikan Surat Kuasa (SK) pengangkatan tenaga pengajar honorer sebagai guru tetap. Poin kedelapan, meminta pendapatan guru honorer jumlahnya meningkat.

“Bila tidak ada kesepakatan dalam audiensi ini, kita ber-sama ribuan guru honorer seKabupaten Sukabumi akan kembali melakukan aksi di gedung DPRD Kabupaten Sukabumi di Palabuhanratu, ” tandasnya. (suc/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *