Revitalisasi Stadion Pajajaran ‘Tiru’ Stadion Manahan Solo

by -401 views

METROPOLITAN – Berdiri sejak awal 1970-an, Stadion Pajajaran, Kecamatan Tanahsareal, mengalami pasang surut. Pernah jaya saat digunakan tim sepakbola Liga Galatama di era 80-90’an, hingga jadi homebase PSB di Liga Indonesia, Stadion dengan nama awal Stadion Purana itu sempat terbengkalai, sebelum Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bebenah di 2018. Stadion Pajajaran kini terus bersolek, demi bisa jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang.

Untuk bisa memenuhi ambisi tersebut, stadion dengan kapasitas 15.000 penonton itu kini terus menekan pemerintah pusat agar mau memuluskan bantuan demi revitalisasi sesuai standar. Stadion Manahan, Kota Solo, pun dipilih jadi salah satu role model rencana revitalisasi.

“Stadion Manahan Solo ini terlihat sudah standar profesional. Tim sepakbola besar berkandang disini. Kita kesana untuk melihat bagaimana stadion yang baik, nanti disesuaikan dengan kearifan dan muatan lokal yang ada di Kota Bogor, ” kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor Eko Prabowo kepada Metropolitan, kemarin.

Sebab, sambung dia, dana yang diusulkan Pemkot Bogor kepada pemerintah pusat kaitan revitalisasi kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran mencapai Rp1,6 triliun. Sedangkan untuk revitalisasi Stadion Pajajaran membutuhkan anggaran sekitar Rp656 miliar.

Ketika melihat kondisi Stadion Manahan Solo, buat dia, ada beberapa referensi yang bisa diaplikasikan terhadap desain revitalisasi Stadion Pajajaran. Diantaranya tempat duduk dan ruang ganti. Sehingga revitalisasi tidak sekedar memperbaiki, tapi ada standar yang ditingkatkan untuk bisa masuk kategori penyelenggaraan kejuaraan sepak bola bergengsi seperti Piala Dunia.

Revitalisasi yang rencananya bisa terealisasi 2020 ini, demi bisa menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 nanti. Ia pun berharap, usulan anggaran yang fantastis itu bisa ‘dikabulkan’ oleh pemerintah pusat dan segera terealisasi demi meningkatkan kualitas sepakbola Kota Bogor.

“Ruang ganti (Stadion Manahan) bagus, sepertinya sudah standar FIFA (Induk Sepakbola Internasional, red). Single seat-nya juga Bagus. Ya tinggal yang kita (lampu) LED-nya dibuat lebih besar. Lainnya, pakai kearifan dan muatan lokal Kota Bogor. Anggarannya pure dari pusat, ” jelas Danjen, sapaan karibnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, studi banding ke Stadion Manahan Solo merupakan bagian dari rencana Pemkot Bogor dalam melakukan revitalisasi GOR Pajajaran dan Stadion Pajajaran.

Ia merasa perlu melihat berbagai hal yang mesti dilakukan dan disiapkan, terkait perencanaan, desain, hingga pelaksanaannya. Sembari menunggu kepastian bantuan anggaran.

“Kita kan sedang upaya revitalisasi kawasan GOR. Kita mesti pastikan apa saja yang harus direncanakan dalam desain hingga bagaimana pelaksanaannya, ” pungkas Bima. (ryn/c/yok)