RUPS, Pemkab Bogor Copot Dirut PPE

by -208 views

METROPOLITAN.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencopot Direktur Utama (Dirut) PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE). Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar Pemkab Bogor, Selasa (22/10).

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) pada Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Joko Pitoyo mengatakan, pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu sementara diisi komisaris sebagai Pejabat Direktur yakni Azahir.

“Hasil RUPS kemarin memberhentikan direktur dan mengangkat Komisaris Pak Azahir sebagai pejabat direktur,” kata Joko, Rabu (23/10).

Saat ini, Pemkab Bogor tengah menyiapkan pantitia seleksi untuk pengisian direksi yang baru.

Selain itu, Joko mengaku Pemkab Bogor sedang menyusun akta notaris hasil RUPS untuk kemudian diserahkan ke Bupati Bogor Ade Yasin.

“Bupati minta paling lambat tiga bulan ke depan panitia seleksi sudah terbentuk. Pak Azahir yang menyiapkan itu,” terangnya.

Meski demikian, karyawan yang diliburkan belum bisa kembali bekerja. Pemkab Bogor memilih untuk menyelesaikan masalah yang ada di PPE terlebih dahulu, salah satunya pengisian direksi.

“Kami sampaikan dulu ke Bupati. Intinya, Pak Radjab sebagai direksi terdahulu tetap harus tanggung jawab pada hal-hal yang berkaitan dengan PPE, mulai dari awal sampai kemarin RUPS,” tegas Joko.

Sebelumnya, nasib karyawan PT PPE di ujung tanduk. Kondisi ini menyusul diliburkannya pegawai di lingkungan perusaahan yang menjadi BUMD Kabupaten Bogor tersebut.

Informasi soal diliburkannya pegawai PPE diketahui lewat surat bernomor 1.1/190.1/PPE-CS/X/2019 tertanggal 7 Oktober 2019 yang beredar. Dalam surat tersebut, dijelaskan bahwa kondisi perusahaan semakin tidak membaik.

“Mengingat kondisi perusahaan yang semakin tidak membaik maka untuk sementara perusahaan meliburkan pegawai di lingkungan PT PPE kecuali tenaga pengamanan (security) untuk waktu yang tidak dapat ditentukan. Apabila ada perkembangan baik akan segera diinformasikan ke seluruh pegawai,” demikian isi surat yang beredar yang ditandatangani Direktur PT PPE, Radjab Tampubolon. (fin)