Sambangi Jakarta Demi Meminta Dana

by -35 views
DEDIE A RACHIM Wakil Wali Kota Bogor

METROPOLITAN – Revitalisasi Komplek Gor Padjajaran, yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bogor 2019-2024, terkendala pembiayaan. Hal tersebut disampaikan langsung Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim. Menurutnya, revitalisasi dipastikan tidak bisa sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor secara utuh. Saat ini, pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak untuk mensiasati revitalisasi Komplek Gor Padjajaran.

“Kami sedang mencari terobosan pembiayaan, karna kalau semua biaya di fokuskan menggunakan APBD tidak mencukupi. Makannya kita mencoba melakukan komunikasi, dengan pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat. Kita harus berpikir bagaimana mencari pembiayaan untuk merevitalisasi sejumlah fasilitas yang ada,” kata Dedie.

Untuk memuluskan rencananya itu, orang nomor dua di Kota Hujan ini langsung menggelar pertemuan, dengan Kepala Pusat Pengembangan Sarana Prasarana Pendidikan Olahraga dan Pasar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, terkait pembahasan rencana revitalisasi GOR Pajajaran.

“Poin-poin intinya adalah, kita meminta kepada pemerintah pusat untuk bantuan keuangan revitalisasi Gor Padjajaran. Untuk lengkapnya nanti akan kami sampaikan lebih rinci. Soalnya kita baru akan melakukan pertemuan dan pembahasannya sekarang. Nanti saya kabari hasilnya,” ujarnya.

Dedie menilai, tidak menutup kemungkinan revitalisasi bakal menggandeng pihak ketiga dan swasta. Bahkan demi terwujudnya program tersebut, pihaknya berencana akan membagi sejumlah porsi pembiaayaan. Baik pemerintah pusat, provinsi hingga pihak ke tiga.

“Tetap harus ada pembagian yang jelas. Mana yang akan dibiayai pusat, Provinsi, Pemerintah Kota Bogor, mana juga yang akan dibiayai oleh pihak ketiga ataupun swasta,” bebernya.

Menurutnya, secara umum Detail Engineering Design (DED) proyek revitalisasi sudah ada. Ia memperkirakan, revitalisasi bakal menelan anggaran sebesar 1,2 triliun.

“Kajian dan pembagiannya harus jelas. Namanya revitalisasi Stadion GOR Pajajaran tentu itu memerlukan pemeliharaan dan perawatan. Kalau mengandalkan hanya dari pemerintah Kota Bogor tentu akan berat, karena olahraga itu memiliki misi sosialnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Eko Prabowo, mengaku sangat senang mendengar kabar wakil wali kota Bogor yang langsung turun tangan untuk menangani revitalisasi ini. Kegembiraannya pun semakin menjadi, lantaran pada 2020 mendatang, Dispora bakal menerima kucuran dana segar sebesar Rp14 miliar dari Pemerintah Kota Bogor.

Meski menerima Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) dari Kota Hujan, ia menilai angka tersebut masih belum cukup untuk modal revitalisasi komplok belakang Gor Padjajaran. Pasalnya, revitalisasi diprediksi bakal menghabiskan dana sebesar 1 triliun rupiah.

“Kalau sepenuhnya menggunakan APBD Kota Bogor jelas tidak akan mungkin. Makannya harus dikeroyok untuk anggaran revitalisasi nya. Dengan menggunakan APBD Kota Bogor, APBD provinsi, Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, hingga dana dari dengan pihak ketiga atau swasta,” katanya.(ogi/c/yok)

Loading...