Seribu Santri Kota Bogor Doakan Jokowi-Amin

by -36 views
DOA BERSAMA: Seribu santri Kota Bogor kumpul di GOR Pajajaran untuk mendoakan Jokowi-Ma’ruf Amin sekaligus memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019.

METROPOLITAN – Sekitar 1.000 santri Kota Bogor mendoakan Ma’ruf Amin dan Jokowi jauh lebih amanah dan bekerja untuk semua rakyat saat pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, kemarin.

Terutama mereka berharap jadinya Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden 2019-2024, jauh lebih memperhatikan perguruan pondok pesantren sehingga lebih maju dan siap bersaing dengan alumni-alumni universitas umum.

Dewan penasehat Gerakan Pemuda Ansor Zainul Muttaqien mengatakan Ma’ruf Amin sebagai tokoh senior Nahdlatul Ulama (NU), tentu menjadi suatu kebanggaan dan menjadi titik harapan santri di seluruh Indonesia.

“Kita berharap di hari pelantikan beliau ini yang bertepatan dengan Hari Santri Nasional (HSN), menjadi motivasi bagi kami kaum muda NU menjadi bagian kemajuan NKRI,” katanya.

Ketua pimpinan wilayah atau PW NU Jawa Barat Hasan Nuri Hidayatullah mengajak ksemua pihak untuk bersyukur karena pemerintah telah memberikan kesempatan kepada para santri untuk menunjukan eksistensinya, dengan bukti Ma’ruf Amin menjadi Wakil Presiden.

“Kami berharap santri kedepan menjadi yang dominan berada di berbagai lini, baik di pemerintahan, partai politik maupun lembaga lembaga lainnya,” paparnya.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kirab santri dengan pawai bersama merupakan semangat kebersamaan dan keberagaman di Kota Bogor.

HSN bisa dijadikan momentum untuk persatuan dan kesatuan serta menguatkan persaudaran. Menurutnya, kiprah GP Ansor di Kota Bogor selalu sinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, sehingga kedepannya tetap akan diwarnai oleh teman teman Ansor dengan berbagai kegiatan diskusi dan program. Ia pun berharap, GP Ansor terus bersinergi membangun Kota Bogor.

Bima juga menyinggung soal situasi kondisi saat ini, dimana ancaman persatuan bangsa terlihat nyata. “Ada yang mengarahkan Indonesia ini ke kanan, ke kiri. Padahal kiblat kita lurus kedepan. Ini PR bersama kuatkan NKRI. GP Ansor berperan bersama, jalankan berbagai program dengan Pemkot Bogor,” katanya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Kota Bogor Rahmat Imron Hidayat menuturkan, HSN merupakan anugrah yang harus disyukuri, sebab melalui HSN eksistensi GP Ansor dalam sejarah perjuangan bangsa, diakui negara dan masyarakat.

Baginya, kemerdekaan RI tidak bisa lepas dari perjuangan para santri dan kiai, yang mengorbankan jiwa dan raganya. Dengan fatwa Hadrotus Syaikh Hasyim Ashari, yaitu Hubbul Wathan minal Iman atau Mencintai Tanah Air sebagian dari Iman.

“Kita buktikan hari ini (kemarin, red) dengan berkhidmat menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Dengan hadirnya santri dan pesantren harus menjadi rahmat, kasih sayang bagi NKRI ini. Sekecil apapun yang kita lakukan sebagai santri, mesti bertujuan untuk berkhidmat. GP Ansor harus bisa memberikan manfaat dengan menolong sesama,” ucapnya.

GP Ansor terus konsisten menolong agar ajaran, nilai-nilai, tradisi, dan tokoh-tokoh ahlussunnah waljama’ah berkembang dengan baik di Indonesia bahkan dunia.

Pondok pesantren, masjid, surau, madrasah dan majlis-majlis taklim sebagai tempat pendidikan dan dakwah  tempat efektif untuk mendesiminasikan Aswaja tetap berdiri kokoh dan kuat.

“Selama satu periode ini, kurang lebih empat tahun saya memimpin GP Ansor Kota Bogor dengan hiruk pikuk dan segala dinamika. Kami berusaha  berkhidmat untuk NU dan NKRI. Kami memohon maaf atas segala kekurangannya. Semoga para kyai dan warga Nahdliyyin berkenan menerima segala apa yang telah kami sajikan melalui program-program di Ansor,” ungkapnya.

Namun, tentu ini bukan menjadi akhir khidmat di NU. Romi, sapaan karibnya, meyakini masih banyak ruang dan kesempatan kami untuk berkhidmat. Ucapan terima kasih kepada para kiai dan pimpinan daerah pun dialamatkan lantaran memberikan banyak masukan untuk kami. “Semoga masih bisa bersinergi dalam kesempatan mendatang,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto mengatakan, santri sebagai salah satu komponen terbesar di Indonesia dan merupakan generasi muda yang masih memegang teguh prinsip. “Jadi momentum untuk pemuda pemuda kedepan agar tetap menjadi garda terdepan agama,” pungkas politisi PKS itu. (ryn/c/els/run)