Siap-siap, Pemkab BogorBuka Lowongan 20.000 CPNS

by -

METROPOLITAN – Memiliki 17.123 Aparatur Sipil Negara (ASN) dinilai masih belum cukup bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk memberikan pelayanan prima terhadap 5,9 juta warga. Di bawah pemerintahan Ade Yasin dan Iwan Setiawan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana bakal menambah ASN demi pemerataan pelayanan di setiap wilayah.

Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor Lukman membenarkan jika saat ini, jumlah ASN Kabupaten Bogor masih jauh dari kata ideal. Jika melihat dari jumlah penduduk yang mencapai 5,9 juta jiwa, seharusnya Bumi Tegar Beriman miliki ASN sekitar 37 ribuan. “Untuk kebutuhan se-Kabupaten Bogor idealnya sekitar 37.357 ASN. Sedangkan kita hanya memiliki 17.123 ASN,” katanya saat dikonfirmasi Metropolitan, kemarin.

Rencananya, dalam waktu dekat akan membuka lowongan untuk sekitar 20 ribu Calon Pegawai Sipil Negara (CPNS). Jumlaj ini diharapkan bisa menutupi kekurangan ASN Bumi Tegar Beriman. Khususnya di bidang tenaga kependidikan, kesehatan dan tenaga umum lainnya. Untuk kependidikan, pihaknya akan membuka sekitar 9.920 CPNS, kesehatan 3.923 dan sektor lainnya 6.391 CPNS.

Meski begitu pihaknya tak ingin banyak berkomentar mengenai komposisi pasti kebutuhan ASN Pemkab Bogor. Lantaran hal ini masih dalam pembahasan. “Biar lebih jelas alokasi formasi ASN Kabupaten Bogor tahun ini, lebih baik besok saja. Kita baru akan mebahas masalah ini hari ini di Jakarta,” bebernya.

Pengamat Pemerintahan Yus Fitriadi menilai, sebelum dibukanya kran pendaftaran ASN anyar, seharusnya jajaran pemerintah melakukan evluasi khusus terlebih dahulu, untuk mengetahui efektivitas kinerja ASN. Evaluasi kinerja, target capaian, hingga beban kerja ASN, menjadi sejumlah poin yang mesti dievaluasi pra pembukaan CPNS nanti. “Jangan sampai, ditambahnya ASN tidak berpengaruh banyak untuk kemaslahatan,” tegasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bogor, pada 2018 silam jumlah ASN yang berada di Dinas maupun Instansi mencapai 15.599 dari total ASN kala itu, yang mencapai 16.710 ASN. Artinya, hanya ada 1.111 ASN yang bergelut di bidang pelayanan masyarakat di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor.

Idealnya, pemerintah menempatkan sejumlah ASN yang difokuskan untuk pelayanan kepada masyarakat ketimbang memperbanyak ASN struktural. Keselahan besar bagi pemerintah, jika memperbanyak ASN struktural ketimbang ASN pelayanan. Karn yang harus dipenuhi itu ASN yang memang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Seperti guru, petugas desa dan kecamatan, tenaga kesehatan.

“Sektor pelayanan yang ASN nya harus ditambah. Karna dari sektor ini yang akan menentukan capaian kinerja pemerintah daerah yang sebenarnnya. Karena ASN pada sektor ini yang benar-benar bersentuhan langsung dengan masyarakat dan melayani di tengah masyarakat. Intinya jangan tambah ASN, kecuali ASN pelayanan,” tutupnya. (ogi/c/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *