Sneakers Lokal Makin Nendang

by -24 views

METROPOLITAN – Sneakers menjadi salah satu jenis sepatu yang populer saat ini. Saking populernya, sepatu alas karet ini kini tidak hanya untuk kegiatan yang sifatnya santai melainkan juga kegiatan formal seperti kerja hingga dipakai kondangan.

Selama ini, sneaker yang paling sering dijumpai berasal dari brand-brand ternama yang mendunia. Sebut saja, Nike, Adidas, Reebok, Puma dan lain sebagainya.

Namun, beberapa waktu belakangan muncul sebuah gebrakan, yakni sneakers lokal alias made in Indonesia. Kehadiran sneakers lokal ini semakin mendapat tempat tatkala Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai membeli sneakers lokal di beberapa event.

Menjamurnya sneakers lokal sendiri masih terbilang berumur muda. Founder sekaligus Creative Director Rafheoo Footwear, Hendi Dermawan Putra, mengatakan, beberapa brand lokal mulai tampak sekitar 4-5 tahun yang lalu. Namun, baru mulai menjamur di sekitar tahun 2017.

“Kalau saya lihat beberapa brand lokal memang establish dari 4-5 tahun lalu. Cuma saya lihat memang sneakers lokal booming 2017 awal saya lihat,” katanya.

Adanya permintaan memicu lahirnya produsen sneakers lokal. Permintaan tersebut didorong oleh sejumlah hal. Menurut Hendi, hal itu tak terlepas dari media sosial di mana ada peran influencer yang turut memakai sepatu lokal. Kemudian, maraknya event-event yang khusus digelar terkait sneakers.

“Pemicu awal karena semakin berkembangnya sosial media kaya Instagram makin membawa pengaruh brand lokal. Beberapa selebgram, influencer juga membantu brand lokal berkembang kaya support nge-buzzerin, akhirnya makin tahu brand lokal banyak lho yang bagus, jadi banyak dah,” jelasnya.

“Juga bermuculan banyak event-event di Jakarta. Sampai ke Pak Jokowi support lokal sampai datang-datang ke event sneakers, brand-brand lokal. Menurut saya effect domino saling support aja satu sama lain, dari influencer, publik figur, Presiden, sneakers lokal jadi kaya sekarang,” ungkapnya.

Sementara, Chief Operational Officer Saint Barkley, Muhammad Helmi Imaduddin mengatakan, menjamurnya sneakers lokal mulai tampak sekitar tahun 2015. Kemunculan pemain lokal seiring dengan meningkatnya permintaan pasar.

“Mulai menjamur brand-brand baru bermuculan 2015 sepengetahuan saya. Kalau dibilang ramai nggak? Ramai banget sekarang,” kata pria yang diakrab Ami ini.

Dirinya tak menepis, media sosial berperan dalam mendorong sneakers lokal. Sejalan dengan itu, ia menilai sneakers telah menjadi salah satu kebutuhan masyarakat. Dia pun menambahkan, brand lokal sendiri tak kalah dengan brand luar negeri.

“Kampanye Saint Barkley kan mementahkan mind set produk luar pasti bagus, lokal di bawah. Kita pengen matahin mind set itu. Toh brand luar ternyata produksinya di Indonesia dan kenapa nggak jalan aja, kita yang jadi tuan rumahnya,” ujarnya.(de/yok)