Sudah Ditinggal Pelatih, Sanksi Menanti

by -

METROPOLITAN – Aksi kericuhan yang dilakukan sejumlah suporter Surabaya berbuntut panjang. Selain menanti sanksi yang akan dijatuhi PSSI. Tim berjuluk Bajul Ijo itu ditinggalkan pelatihnya.

Wolfgang Pikal memutuskan mundur dari kursi pelatih Persebaya Surabaya setelah kekalahan dari PSS Sleman yang berujung dengan kemarahan Bonek. Bajul Ijo kalah 2-3 dari PSS Sleman pada laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Selasa (29/10).

Usai pertandingan, ratusan suporter tuan rumah, Bonek mengamuk masuk ke lapangan dan melakukan sejumlah perusakan serta pembakaran di stadion. Merespons kekalahan dan insiden kerusuhan di stadion yang merupakan calon venue Piala Dunia U-20 2021 itu, Pikal memilih hengkang dari jabatannya.

Pernyataan tersebut disampaikan pelatih asal Austria itu melalui akun Instagram Persebaya. “Saya mau bilang terima kasih untuk Persebaya. Saya mau bilang terima kasih untuk manajemen Persebaya dan pemain,” katanya.

“Hari ini 30 Oktober 2019 saya menyatakan mundur sebagai pelatih kepala Persebaya. Ini merupakan tanggung jawab saya sebagai pelatih kepala. Ini risiko dari pekerjaan saya,” sambung Pikal.

Sekadar diketahui, Bajul Ijo sedianya dilatih mantan pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl, pada tengah musim. Namun kesepakatan batal karena persoalan kesehatan yang dialami Riedl.

Manajemen klub kemudian menunjuk Pikal yang notabene kompatriot sekaligus mantan asisten Riedl di Timnas Indonesia. Ditangani Pikal, Persebaya semakin terpuruk. Tim tersebut belum satu pun meraih kemenangan dalam enam laga beruntun. Rinciannya adalah empat kali kalah dan dua imbang.(cnn/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *