Takut Didemo, Anggota DPR Wajib Datang Pagi

by -23 views
HARMONIS: Beberapa wakil rakyat berpelukan sebelum pengesahan DPR RI periode 2020-2025 yang akan diresmikan hari ini.

METROPOLITAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2019-2024 akan dilantik pada Selasa (1/10). Pelantikan itu akan digelar di Gedung Kura-kura, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Sekjen DPR Indra Iskandar mengaku pihaknya telah menyiapkan acara pelantikan terhadap 575 anggota dewan. Ia pun meminta anggota yang akan dilantik untuk datang pukul 07:00 WIB.

Hal itu dilakukan sebagai antisipasi adanya aksi demo di depan gedung DPR yang dapat menghambat akses anggota dewan masuk ke kompleks parlemen. “Jadi lebih awal berangkat jam tujuh (pagi, red), tapi acara semua tetap sesuai jadwal kami mulai jam sepuluh, setelah kedatangan Bapak Presiden dan Wapres,” kata Indra.

Indra menjelaskan, acara pelantikan akan dimulai sejak pukul 10:00 WIB dan selesai pada pukul 11:40 WIB. Kemudian akan dilakukan rapat Badan Musyawarah atau Bamus yang diikuti seluruh fraksi. Rapat itu guna menentukan jajaran pimpinan. “Bamus dari semua fraksi-fraksi. Bamusnya akan setelah jam dua akan kami pertemukan, pimpinan termuda dan tertua akan pimpin rapat Bamus. Kami perkirakan sudah akan ketemu formatnya, DPR itu tidak sulit ya, semua sudah diatur jelas di dalam UU-nya,” ungkapnya.

Setelah itu, bisa dilanjut dengan pelantikan pimpinan DPR. Pelantikan pimpinan DPR bisa saja dilakukan pada malam hari setelah rapat Bamus. “Kalau staminanya masih kuat, malam itu kami berkoordinasi dengan MA untuk langsung diadakan pelantikan, malamnya. Kalau terlalu lelah, besok paginya, tanggal 2,” ucapnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, aparat keamanan telah mengantisipasi adanya aksi unjuk rasa yang dilakukan pada Selasa, 1 Oktober 2019. Aksi itu bersamaan dengan pelantikan anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024 di gedung DPR. “Memang diperkirakan besok masih akan ada demo dari berbagai ormas,” kata Wiranto dalam konferensi pers di kantor Kemenkopolhukam di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Mantan Panglima ABRI itu mengingatkan agar massa tak melanggar aturan dan tak berbuat rusuh dalam aksi besok. Ia tak ingin pelaksanaan pelantikan DPR RI yang merupakan amanat konstitusi terganggu akibat demo. Ia mengingatkan bahwa aparat keamanan telah siaga untuk segala macam kemungkinan.

Wiranto berjanji tak akan ada tindakan represif aparat jika demonstrasi berjalan dengan tenang. Ia tak mau unjuk rasa 24-25 September lalu yang berakhir rusuh terulang kembali. “Ini bukan demo lagi, tapi ini gerakan yang dilakukan perusuh. Jadi sebenarnya aparat keamanan nggak lagi melakukan langkah-langkah antisipasi demonstrasi, tapi antisipasi kerusuhan. Ini yang harus dipahami masyarakat,” kata Wiranto.

Ia pun meminta massa aksi agar tak mudah diprovokasi saat menjalankan unjuk rasa. Ia menyebut aksi semacam itu hanya akan mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat lain. Untuk pengamanan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyiapkan 6.000 pasukan TNI. Ribuan pasukan itu akan ditempatkan di beberapa titik, dekat dengan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. “Kita perkuat. Kemarin 3.000, saat ini kita kerahkan 6.000 untuk mempertebal di gedung DPR/MPR,” kata Hadi.

Selain di sekitar gedung DPR/MPR, para prajurit TNI juga akan berjaga di sejumlah tempat di DKI Jakarta. Misalnya Istana Kepresidenan dan sentral pereknomian. “Kami jaga supaya rakyat semua aman,” ucap Hadi.

Sementara itu, Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan 20.500 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa di depan gedung DPR/MPR hari ini. Personel itu merupakan personel gabungan TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta. “Kita siapkan 20.500 personel gabungan amankan demo hari ini di depan gedung DPR. Rencananya demo dari mahasiswa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (dtk/els/run)