Tersingkir, 10 Ribu Difabel Butuh Pekerjaan

by -
PELATIHAN: Penyandang disabilitas sedang diberikan pelatihan kerja agar bisa bersaing di dunia usaha.

METROPOLITAN – Masalah pengangguran nyatanya bukan hanya dirasakan bagi orang yang memiliki fisik sempurna. Penyandang disabilitas atau difabel di Kabupaten Bogor masih kesulitan untuk mencari mata pencaharian. Tercatat, ada kurang lebih 10.000 difabel di Bumi Tegar Beriman yang masih membutuhkan lapangan pekerjaan.

Sekretaris Jenderal Yayasan Difabel Action Indonesia (YDAI), Isna, menjelaskan untuk wilayah Kabupaten Bogor, penyandang difabel masih kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan secara formil. Hal tersebut lantaran masih kurangnya lapangan pekerjaan bagi mereka yang menyandang disabilitas.

“Di Bogor, difabel dewasanya didominasi lulusan SD sampai SMP. Sedangkan untuk yang usia muda, lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB). Mereka ini agak susah mengakses atau mendapatkan pekerjaan formal,” katanya.

Hal tersebut, menurutnya, membuat banyak penyandang disabilitas menjadi pekerja di sektor informal, seperti tukang parkir, penjahit dan tukang potong rambut. Ia sendiri enggan menyalahkan perusahaan-perusahaan yang enggan memberikan jatah lapangan pekerjaan. Namun, ia meminta agar semua pihak dapat mensetarakan pendidikan bagi para penyandang difabel dan juga meningkatkan kemampuan bagi lulusan SLB.

Sementara itu, Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Bogor, Joko Sumarno, mengaku sudah semaksimal mungkin menyalurkan para penyandang difabel ke dunia kerjaan. Dalam setahun saja, ada 100 orang penyandang difabel yang diterima di berbagai perusahaan. (cr2/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *