Tips Agar Tetap Sehat Saat Suhu Udara Lagi Panas-panasnya

by -37 views

METROPOLITAN –  Memasuki pertengahan bulan September masih terjadi musim panas, seperti di Jakarta suhunya bahkan sempat menyentuh angka 36 derajat celcius.

Seperti diinfokan instagram @infobmkg saat ini sedang terjadi kulminasi matahari di Sebang Aceh sehingga matahari tepat berada di atas kepala.

Saat udara sedang panas-panasnya menjaga asupan makanan dan minuman juga menjadi hal yang penting agar tubuh tidak tumbang.

Dokter ahli gizi, dr. Jovita Amelia, MSc, SpGK, menyebutkan yang utama pastinya minum air minimal dua liter perhari agar tidak dehidrasi.

Terlebih saat panas tubuh akan mengeluarkan banyak cairan sehingga cairan harus segera diganti.

“Pastinya air putih yah harus cukup minimal dua liter perhari dan kalau aktivitas diluar ruangan boleh lebih,” ungkap dr. Jovita kepada Tribunnews.com, Selasa (10/9/2019).

Kemudian saat suhu sedang panas sebaiknya jangan langsung minuman yang dingin karena terkadang bisa menyebabkan sakit kepala.

“Sebenarnya beda suhu langsung tinggi seperti itu kadang-kadang pengaruh ke sakit kepala, selain itu sih biasanya gapapa sih kecuali sedang sakit yah,” papar dr. Jovita.

Kemudian, dari segi makanan bantu tubuh tetap fit dengan memakan buah yang memiliki banyak kadar air untuk bantu tubuh rehidrasi.

Akun BMKG Dikepoin, Mengapa Panas Banget?

Akun resmi Instargram BMKG menjadi sasaran netizen untuk mencari informasi penyebab suhu udara terasa panas hari ini.

Di aplikasi cuaca ponsel tercatat suhu udara di Jakarta tembus sampai 36 derajat Celcius selewat tengah hari tadi.

Misalnya saja dari tmax.indonesia. “Mohon info bmkg di solo cuaca sampai 37 C bahkan krmn terasa 38 C .. kami rasakan sangat panas luar biasa sampai 2 di luar pun panas nya gila , apa yang terjadi kapan musim penghujan tiba? Makasi.”

Tak ketinggalan, akun fahrudin_cip juga menanyakan hal yang sama. “Min kok panas bgt hari ini yaa , gk kya biasa.a di jkt ??.”
Pertanyaan serupa juga disampaikan _van.guerro. “Di jakarta panas banget min 36 C.”

Semua lontaran pertanyaan itu belum mendapat respons dari admin Instagram @infobmkg.

Hari Tanpa Bayangan

Seperti diberitakan, Indonesia disebut sedang mengalami fenomena hari tanpa bayangan akan terjadi di Indonesia. Fenomena ini kemungkinan terjadi hingga Oktober mendatang.

Mengutip dari Instagram @infobmkg, terjadi kulminasi matahari mulai Minggu (8/9/2019) di Sebang Aceh hingga Senin (21/9/2019) di Seba NTT.

Hal ini menyebabkan bayangan benda tegak bertumpuk dengan bendanya. Fenomena ini juga dikenal sebagai hari tanpa bayangan.
Saat deklinasi matahari sama dengan lintang pengatam fenomen ini disebut dengan kulminasi utama.

Pada saat tesebut, matahari akan berada tepat di atas kepala pengamat atau titik zenit. Peristiwa ini membuat bayangan benda tegak tampak menghilang karena bertumpuk dengan benda tersebut.

Fenomena hari tanpa bayangan dapat terjadi karena adanya bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi yang tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi.

Dampak Suhu Udara Panas Hingga ke Otak

Kemarau rupanya tak hanya membuat persediaan air menipis, tetapi juga menimbulkan sejumlah penyakit.

Berbagai penyakit yang kerap kali muncul saat musim kemarau, yaitu infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA, alergi, iritasi mata, batuk dan pilek, serta diare.

Diare menjadi salah satu penyakit yang paling sering muncul dan menjangkit banyak orang saat musim kemarau.

Penyakit yang membuat feses encer atau cair saat buang air besar ini, bisa muncul karena menurunnya daya tahan tubuh yang disebabkan oleh udara kering, debu, lalat dan bakteri E.colli, yang semakin banyak berkembang pada musim kemarau ini.

Belum lagi, kemarau membuat persediaan air menipis sehingga memaksa kita untuk mengonsumsi atau menggunakan air yang kurang bersih.

Tak heran jika musim kemarau menjadi salah satu penyebab kita mudah terserang berbagai penyakit, terutama diare.

Tak hanya membuat kita terus menerus pergi ke kamar mandi, rupanya diare juga bisa memicu munculnya penyakit parkinson loh!

Parkinson adalah gangguan sistem saraf progresif yang membuat gerak tubuh melambat dan tidak normal.

Penyakit ini mematikan sel saraf yang berfungsi untuk mengontrol gerak tubuh dan perlahan-lahan akan menyebabkan tremor, kaku, serta memperlambat gerakan tubuh.

Bahayanya lagi, penyakit perkinson ini tidak bisa disembuhkan dan pengobatan yang dilakukan hanya berguna untuk menangani gejala.

Melansir laman Daily Mail, orang yang rentan terkena diare berisiko tinggi menderita penyakit parkinson yang disebabkan karena penumpukan protein yang berasal dari usus atau disebut alpha-Synucle pada otak.

Para peneliti di Georgetown University Medical Center, menemukan bahwa protein yang berkaitan dengan penyakit pada sel saraf otak, ternyata dilepaskan saat seseorang mengalami infeksi pada saluran pencernaan atau diare.

Hal inilah yang mengaitkan hubungan antara orang yang rentan terkena diare dengan risiko tinggi terkena penyakit parkinson.

Diare tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tubuh lemas, tapi juga bisa menimbulkan dehidrasi yang bisa mengancam nyawa jika tak ditangani dengan tepat.

Selain itu, orang yang rentan terkena diare juga berisiko tinggi menderita penyakit parkinson yang menyebabkan gerak tubuh menjadi tak normal.

Untuk itulah, jika sering mengalami diare sebaiknya jangan diabaikan dan segera berkonsultasi dengan dokter.

Cara Mencegah

Diare juga bisa dicegah dan diminimalisir kemungkinannya, dengan cara sebagai berikut.Menjaga kebersihan
Mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat dan bersih
Melakukan langkah kecil dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, agar tangan tak terkontaminasi berbagai bakteri dan virus penyebab diare