TPT Mal Boxies Ambruk, Warga Ngungsi Tanpa Kejelasan

by -26 views

METROPOLITAN – Hujatan demi hujatan terus berdatangan terhadap proyek Mal Boxies 123, Jalan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, akibat ambruknya Tembok Penahan Tanah (TPT) yang mengakibatkan warga sekitar harus kehilangan rumahnya lantaran tergerus longsor. Ditengarai karena perencanaan yang tidak matang, Pemerintah Kota (Pemkot) pun dituntut bertindak tegas dengan menghentikan proyek milik PT Sinar Indonesia Loka sampai persoalan selesai.

Tak terasa, sejak kejadian longsor pada Sabtu (12/10), sudah satu minggu 12 Kepala Keluarga (KK) di kampung Sukajaya, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur, tinggal di kontrakan tempat sementara, lantaran rumah terdampak masih tertimbun longsoran. Demi keamanan sampai dampak longsor dibersihkan dan warga mendapat pengganti kerugian materil.

“Masih (tinggal di kontrakan sementara). Kami tidur dan menepati kontrakan karena belum ada tindakan pembersihan. Ya sudah seminggu, ” kata Ketua RW 6 Kelurahan Tajur, Roni, kemarin.

Para ‘pengungsi’ juga tidak selamanya tinggal di kontrakan sementara, karena ada beberapa warga yang memilih pulang saat siang hari untuk sekedar melakukan kegiatan rumah tangga seperti memasak dan mencuci. Ada pula beberapa yang full tidak mengusi rumah lantaran sulit melajukan aktifitas rumah tangga lantaran dampak kerusakan yang parah.

“Ada yang siang-malam. Kalau istri pak RW dan keluarga mah siang malam, ” ujarnya.

Kondisi lingkungan pun, sambung dia, masih cenderung sama dan belum berubah. Sebab, tengah menunggu traktor dengan ‘tangan gang panjang’ untuk memudahkan pembersihan.

“Saya sudah ngobrol dengan pihak mal yang janji mau bersihkan. Tapi sampai sekarang belum ada, ” tukas Roni.

Dengan nada bergetar, ia menjelaskan bahwa warga hanya meminta agar rumah rumah yang rusak diperbaiki dan diberikan dana kompensasi, dan bukan dibebaskan. Hingga kini, kata Roni, belum ada realisasi dana kompensasi dan warga masih menunggu.

“Warga menginginkan agar segera diperbaiki longsor itu dan rumah warga yang mengalami rusak rusak segera diperbaiki. Warga juga meminta agar mendapatkan dana kompensasi. Saat ini yang sudah diperhatikan baru kontrakan bagi warga, “ucapnya.

Sebelumnya, ramai-ramai meminta pengembang atau kontraktor mal Boxies 123 disanksi oleh Pemkot Bogor. Ambruknya TPT di bersebelahan dengan pemukiman, rupanya dinilai sebagai preseden buruk bagi perencanaan pembangunan di Kota Bogor. Pemkot pun diminta berbagai pihak untuk menindak tegas proyek yang sudah menelan korban warga yang harus kehilangan tempat tinggalnya.

Salah satunya, Wakil Ketua Bidang Perencanaan Pembangunan dan Infrastruktur DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor Ricardo Hermes Batlolone mengatakan, pemkot harus berani menindak tegas hingga menghentikan proyek milik PT Sinar Indonesia Loka sampai persoalan dengan warga bisa terselesaikan. Apalagi, kejadian ini menjadi preseden buruk lantaran bukan kali pertama insiden terjadi para proyek di bilangan Jalan Tajur itu.

Beberapa bulan lalu, beberapa pekerja jatuh karena masalah ketidak profesionalan mereka dalam melaksanakan pekerjaan. Ini ambruk TPT kena rumah warga. Apa pemerintah yang kurang pengawasan? atau pihak mal tidak becus dalam melakukan perencanaan hingga pelaksanaan, hingga pengawasan internal ? Makanya ini harus segera ditindaklanjuti secara serius, ” pungkas Riko. (ryn/b/yok)