Udara Bogor Sangat Panas, Ini Penjelasan BMKG

by -60 views

METROPOLITAN.id – Sudah 2 hari terakhir udara di Bogor dirasakan sangat panas. Apa yang sebenarnya terjadi?

Kepala Stasiun Meteorologi Citeko, Bogor Asep Firman Ilahi membenarkan soal fenomena udara panas tersebut. Menurutnya, dalam 2 hari terakhir udara dirasakan sangat panas dan tidak nyaman.

Data suhu maksimum di Puncak, kabupaten Bogor pada Senin (21/10) tercatat 30.3┬░Celcius dengan kelembaban udara 27% (sangat kering).

Tak hanya di Puncak, di kota Bogor suhu udara tercatat hingga 36┬░Celcius. Di tempat lain seperti Jakarta, Bekasi dan tempat-tempat lain pun merasakan udara panas menyengat ini.

Asep menjelaskan, udara terasa panas saat ini disebabkan oleh posisi matahari yang baru saja bergulir ke Selatan setelah berada tegak lurus pengamat di pulau Jawa.

Ditambah lagi dengan peluang hujan yang masih rendah karena aliran masa udara dari Timuran masih kuat, sehingga mempersulit pertumbuhan awan hujan.

Kondisi ini menyebabkan kelembaban udara di permukaan sangat rendah. Suhu udara tinggi dan kelembaban rendah menyebabkan udara gerah, panas menyengat dan sangat tidak nyaman.

Kondisi ini menyebabkan masyarakat yang beraktifitas di luar ruangan mengalami bibir pecah-pecah, tenggorokan kering dan dehidrasi.

Masyarakat disarankan banyak
mengonsumsi cairan yang cukup agar terhindar dari dehidrasi. Selain itu, menjaga asupan makanan sehat serta buah-buahan juga dapat mencegah terserang dehidrasi akibat cuaca panas.

Pada saat cuaca cerah dan pertumbuhan awan berkurang, tingkat radiasi natahari yang masuk ke permukaan bumi juga akan meningkat dalam semua panjang gelombang.

“Radiasi Ultraviolet Alfa dan Beta (UV-A dan UV-B) keduanya merupakan jenis radiasi berbahaya bagi kesehatan. Disarankan bagi wanita agar menggunakan tabir surya untuk memperkecil dampak terpaparnya radiasi UV-A dan UV-B ini,” terang Asep. (fin)