Wow… Peserta BPJS Kesehatan Nunggak Rp171 Miliar

by -
SIAP DITAGIH: BPJS Kesehatan Cabang Sukabumi siap melakukan penagihan kepada warga yang masih menunggak iuran BPJS

SUKABUMI – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Sukabumi tengah mempersiapkan 64 kades Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menjadi penagih iuran di wilayah Sukabumi dan Cianjur.

Sebanyak 12 orang bertugas di Kota Sukabumi, 24 orang akan menyisir Kabupaten Sukabumi, 24 orang untuk menagih iuran BPJS dan di Kabupaten Cianjur dikerahkan 28 orang.

Staf Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Sukabumi Inne Indah membeberkan data penunggakan iuran BPJS. “Di Kota Sukabumi ada 25.887 peserta, Kabupaten Sukabumi 141.146 dan Kabupaten Cianjur 114.737,” ucap Inne, kemarin.

Untuk nilainya, tunggakan di Kota Sukabumi mencapai Rp18.544.446.190, Kabupaten Sukabumi Rp89.955.473.112 dan Kabupaten Cianjur Rp62.816.953.919. Totalnya tunggakan iuran peserta BPJS Kesehatan di kantor cabang Sukabumi adalah Rp171.316.873.221.

“Tugas kades penagih nantinya hingga tidak adanya tunggakan dan masyarakat sadar pentingnya membayar iuran JKN,” jelas Inne.

Untuk diketahui, Kepala Humas BPJS Kesehatan Muhammad Iqbal Anas Maruf mengklaim per penagih berhasil mengumpulkan tunggakan iuran BPJS Kesehatan sampai Rp5 juta.

“Karena itu harus dibutuhkan skill juga. Kalau mereka bisa bergaul di masyarakat, figurnya mudah diterima. Kadang kita tidak mengira, mereka bisa memberikan sampai Rp4 juta sampai Rp5 juta dan itu bisa,” katanya di kantor pusat BPJS, Jakarta.

Iqbal mengungkapkan, selain menagih tunggakan iuran, kader JKN juga memberikan sosialisasi pentingnya menggunakan BPJS Kesehatan. Mereka juga menjaring nasabah baru.

Dia tidak semata hanya menagih, dia juga bisa menampung keluhan, sehingga kita bisa menjadi masukan untuk perbaikan layanan. Di sisi lain, dia bisa mendaftarkan peserta baru karena rekrutmen melalui kader JKN,” ucap Iqbal.

Menurut Iqbal, para kader JKN melakukan penagihan dari pintu-pintu untuk mengumpulkan tunggakan iuran BPJS Kesehatan yang belum dilunasi. Ia memastikan tidak seperti debt collector, tidak ada kekerasan dalam proses penagihan karena semua sudah ada regulasinya. (suc/suf/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *