22 Ribu Warga Mendaftar CPNS Kabupaten Bogor, 839 Kursi Pelayan Diperebutkan

by -32 views

METROPOLITAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi membuka kesempatan kepada masyarakat dengan latar belakang pendidikan tertentu untuk ditempatkan pada perangkat daerah di lingkungan pemkab.

Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 395 Tahun 2019 pada 27 September 2019 tentang Penetapan Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Bogor Tahun Anggaran 2019.

Dalam surat bernomor 800/2659 BKPP yang ditandatangani Bupati Bogor, Ade Yasin, pemerintah Bumi Tegar Beriman membuka 839 kuota bagi masyarakat yang ingin mengabdikan dirinya sebagai abdi negara. Dalam surat itu, pemkab mengklasifikasikan formasi berdasarkan tiga kategori. Yakni, tenaga pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis.

Kepala Bidang Formasi pada Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Susi Hastuti,  membenarkan hal tersebut.

“Untuk Kabupaten Bogor, tahun ini kita membuka 839 formasi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN),” katanya.

Dari 839 formasi itu, sambung Susi, nantinya akan didistribusikan ke-3 kategori berbeda. Di antaranya seperti sektor pendidikan, kesehatan dan tenaga teknis.

“Untuk tenaga pendidikan kuotanya ada 392. Kesehatan ada 219 dan tenaga teknis 228,” bebernya.

Dari data yang ada, sebanyak 22.161 warga ikut ambil bagian dalam bursa ASN tahun ini. Dari 22.161, yang berdomisili Kabupaten Bogor sebanyak 14.607 dan sisanya dari luar. Jika sesuai jenis kelamin, laki-laki sebanyak 7.705, sedangkan perempuan 14.456. Sementara kuota untuk Pemkab Bogor tahun ini ada 839. Jika dibandingkan tahun lalu, total pelamar CPNS mencapai 9.349 dengan jumlah kuota 642.

Jika mengacu pada jadwal yang sudah ditetapkan, rencananya pengumuman hasil seleksi administrasi akan berlangsung pertengahan Desember. Sementara seleksi kompetensi dasar dilaksanakan Februari 2020 dan seleksi kompetensi bidang pada Maret 2020.

“Untuk hasil kelulusan seleksi CPNS akan diumumkan April,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Bogor, Ade Yasin, mengatakan, peningkatan CPNS tahun ini harus menjadi perhatian serius Pemkab Bogor. Ade meminta BKPP berkoordinasi dan  konsultasi dengan pemerintah pusat terkait lokasi yang bakal menjadi pusat seleksi CPNS.

“Kita akan membutuhkan ruangan besar dan alat yang banyak. Jadi, kita harus siapkan tempatnya, apakah mau di Pakansari atau di tempat lain seperti SICC. Kita juga tentu harus pikirkan peralatannya, seperti komputer,” katanya kepada awak media usai upacara HUT ke-48 Korpri di lapangan Bumi Tegar Beriman.

Karena saat ini ujian tes CPNS itu langsung diumumkan, ia meminta pemerintah pusat membantu mencarikan solusi untuk permasalahan tersebut. Khususnya penyediaan alat seperti komputer dan penyediaan bank soal yang akan diujikan kepada peserta.

“Kita tentu butuh bantuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya. (ogi/c/yok/py)

 

Loading...