800 Siswa SMAN 1 Parungpanjang Protes Laka Jalur Tambang

by -205 views
RAWAN KECELAKAAN: Para pengendara melintas di Jalan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Ratusan siswa dan guru SMA Negeri 1 Parungpanjang akan melakukan long march sebagai bentuk protes terhadap Pemkab Bogor.

PARUNGPANJANG – Ratusan siswa dan guru SMA Negeri 1 Parungpanjang akan menggelar aksi long march, hari ini. Dari titik kumpul di sekolahannya di Jalan Raya Bunar, Desa Jagabaya Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor akan berjalan ke kantor Kecamatan.

Aksi tersebut merupakan upaya bentuk protes kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terkait kejadian kecelakaan lalulintas yang menyebabkan korban bernama Lufi Nurhaefah dan Bahtiar. Keduanya adalah siswa SMAN 1 Parungpanjang.

Salah satu korban dikabarkan terluka parah di bagian kaki, adalah penumpang sepeda motor yaitu Lufi. Kakinya terlindas truk tronton yang sedang bermuatan puluhan ton. Namun, pengemudi hanya mengalami luka ringan dan sudah menjalani pengobatan alternatif. Humas SMAN 1 Parungpanjang Dwi Bowo, mengatakan, kecelakaan lalulintas itu terjadi di Jalan Raya Sudamanik, Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang pada Jumat (2/11) sekitar pukul 11:00 WIB saat korban hendak pulang sekolah menuju rumahnya.

Saat itu, motor yang dikendarainya menuju arah Parungpanjang. Di TKP, truk yang bermuatan datang dari arah yang sama hendak nyalip mobil truk tronton yang sedang mogok. Kemudian sepeda motor korban tersenggol lalu korban terjatuh dan terlindas di bagian pergelangan kaki sebelah kanan. “Korban yang satunya mengalami luka memar-memar. Sedangkan Lufi mengalami luka parah dan harus diamputasi,” kata Bowo.

Bowo juga menyampaikan aksi damai ini bentuk empati kepada korban. “Karena korban (Lufi) sangat down. Benar-benar drop. Waktu saya menjenguk ke se RSUD Tangerang, dia (korban) bilang tidak mau sekolah lagi. Nanti aksi kami akan divideokan untuk dikirimkan kepada Lufi, supaya dia semangat lagi,” pungkasnya. (sir/b/els)