AMA Siap Dongkrak Koperasi dan UMKM Kota Hujan

by -
PERESMIAN: Asisten Deputi Tata Laksana Koperasi dan UKM, kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor serta petinggi Koperasi AMA Indonesia tengah meresmikan gedung pelayananan AMA Bogor, kemarin.

METROPOLITAN – Kebijakan reformasi koperasi yang diber­lakukan Kementerian Kope­rasi dan Usaha Kecil dan Me­nengah (UKM) diharapkan dapat meningkatkan kualitas koperasi Tanah Air, agar pela­ku koperasi tak melulu menge­depankan kuantitas ketimbang kualitas.

Hal itu dikatakan langsung Asisten Deputi Tata Laksana Koperasi dan UKM, M Hanafiah, saat meresmikan kantor pelayanan Koperasi Artha Mandiri Abadi (AMA) Indonesia, kemarin.

Hanafiah mengingatkan, da­lam menjalankan koperasi harus sesuai prinsip dan un­dang-undang yang berlaku.

Yakni koperasi yang mau ber­juang untuk kepentingan ang­gota dan mengikuti rule model (aturan, red) dengan tata kelola yang benar sesuai mo­dernisasi manajemen kope­rasi yang berlaku.

Menurutnya, selama dua ta­hun terakhir ini, koperasi di seluruh Indonesia mengalami peningkatan. Secara nasional, jumlah koperasi yang aktif dan dinamis ada sebanyak 120 ribu atau sekitar 54 persen.

Sisanya banyak yang jalan di tempat. Hal itu terjadi lantaran nanya­knya koperasi yang tidak kuat menghadapi dinamika bisnis di masyarakat.

“Karena maindset mereka selama ini menunggu dan me­nanti. Nah, itu yang harus diu­bah menjadi mencari dan berjuang. Kemudian pemba­gian benefit yang diperoleh koperasi harus adil bersama anggota. Itu prinsip dasar ke­pentingan dan tujuan yang harus dipegang,” kata Hana­fiah.

Sementara itu, Ketua Pengu­rus Koperasi Jasa AMA Indo­nesia MJ Haris menjelaskan AMA merupakan koperasi jasa berbasis teknologi untuk mengikuti rencana pemerintah dalam meningkatkan usaha berbasis teknologi era 4.0.

AMA sudah berjalan sejak 2014. Namun setelah mendapat izin nasional di 2018 berubah men­jadi AMA Indonesia.

Saat ini, AMA Indonesia telah memiliki sepuluh cabang, di antaranya di Yogyakarta, Cire­bon, Bandung, Semarang, Su­rabaya, Kediri, dengan jumlah anggota di seluruh cabang Indonesia hampir sekitar 2.000 orang yang mayoritasnya ada­lah para pelaku UMKM.

“Di koperasi ini ada beberapa PT yang membawahi usaha kita, seperti yang berbasis kesehatan, pendidikan dan kuliner. Ke depan, kita juga akan bisnis properti,” jelas Haris.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bogor Anas S Rasmana mengatakan, jumlah koperasi di Kota Bogor saat ini ada sekitar 848, dengan jumlah koperasi aktif sekitar 580.

Menurutnya, koperasi jasa AMA Indonesia memiliki likuiditas yang cukup baik. Melihat koperasi ini telah berjalan selama lima tahun.

”Bagusnya mereka melibatkan UKM Kota Bogor. Jadi ini caku­pannya bukan hanya ke ekono­minya, tapi menyeimbangkan dengan kultur dan sisi kebutuhan hidup yang lain. Pesan saya jangan sampai kekurangan likuiditas,” tutupnya. (ogi/c/rez/run)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *