Berbagi Ilmu dan Solusi Kendala Dunia UMKM

by -
PELATIHAN: YPMP dengan menggandeng Bank DKI bersama Pemkot Bogor mengadakan seminar bagi pelaku usaha di aula kantor Kelurahan Bantarjati, kemarin.

METROPOLITAN – Demi membangkitkan geliat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kota Bogor, Yayasan Pendidikan Mata Pena (YPMP) menggandeng Bank DKI bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mengadakan seminar bagi para pelaku usaha di Aula Kantor Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, kemarin.

Tak kurang dari 75 pengusaha UMKM se-Bogor Utara diberikan pemahaman dalam mengatasi kendala membesarkan usahanya dalam seminar bertajuk ‘Klinik Untuk Menuju Pengusaha Unggul (KUMPUL) dan Sosialisasi Marketplace Warung Sadulur’.

Ketua YPMP Kota Bogor sekaligus founder Warung Sadulur, Syafei, mengatakan, pihaknya berkesempatan untuk berbagi pengetahuan dan sharing berbagai kendala seputar usaha UMKM yang belakangan menjadi tulang punggung yang bisa mendatangkan rezeki.

Sekaligus mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika dikelola maksimal. Ia ingin, acara yang nantinya juga akan roadshow di lima kecamatan lainnya se-Kota Bogor itu, menjadi inkubator bisnis bagi para pelaku UMKM.

Selama ini, ada tiga kendala yang kami temui dari para pelaku UMKM, yakni pertama persoalan modal, kedua itu soal pendampingan, lalu ketiga soal promosi. Nah, kami dengan Bank DKI dan Dinas Koperasi dan UMKM coba memecah dan memberi pencerahan bagi para pelaku UMKM,” katanya usai menjadi narasumber dalam seminar tersebut, kemarin.

Syafei mengakui, persoalan promosi dan pendampingan merupakan yang paling sering terjadi dan sering ditemui dari para pelaku UMKM. Sehingga, seminar kali ini pun berupaya memberikan solusi pendampingan dan pemberdayaan yang dilakukan Bank DKI sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR), yang tidak hanya berupa infrastruktur, tapi juga pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebab, CSR yang melulu berkaitan dengan infrastruktur akan percuma rasanya bila SDM-nya tidak mumpuni. Sehingga, CSR dalam pemberdayaan SDM dirasai cocok untuk menjadi partner.

Selain itu, kata Syafei, dirinya juga berupaya mengatasi persoalan promosi yang banyak ‘menjegal’ pengusaha UMKM untuk bisa lebih maju. Ketika produk bagus namun tidak terpromosikan dengan baik, tentu hasilnya pun tidak maksimal.

“Makanya kami coba sosialisasikan marketplace-nya, Warung Sadulur ini, aplikasi yang jadi media mereka untuk melebarkan sayap usahanya. Walaupun ini belum mendapat support langsung dari dinas atau melalui regulasi, kita coba untuk rangsang para UMKM supaya maju,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank DKI Kota Bogor, Lia Novaliana, menuturkan, seminar kali ini menjadi media yang pas bagi CSR tentang UMKM Kota Bogor, untuk mengembangkan produktifitas. Pihaknya pun memberikan coaching berupa pembekalan dalam laporan keuangan, pembukuan hingga manajemen usaha.

Manajemen ini yang biasanya kurang. Kita berikan contoh berbagai kemudahan soal permodalan, bagaimana membuat laporan keuangan yang baik, atau mutasi rekening. Dilapangan itu masih terjadi. Yang pasti ini seusuai dengan Perwali yang ada soal CSR,” tukasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Koparasi dan UMKM Kota Bogor Anas Rasmana mengapresiasi seminar yang diinsiasi YPMP itu. Buatnya, geliat UMKM memang harus banyak mendapat porsi dorongan agar lebih berkembang, sehingga produk yang ada tidak hanya sekedar dipasarkan secara lokal, tapi bisa bermain lebih luas.

Dibahas juga berbagai kendala supaya ada solusinya,” pungkasnya. (ryn/c/yok/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *