Bima Galau

by -23 views

METROPOLITAN – Nama Wali Kota Bogor, yang juga Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarto, digadang-gadang bakal mengisi jabatan Ketua Umum partai berlambang matahari itu pada Kongres, Maret mendatang. Meski baru diagendakan tahun depan, suami dari Yane Ardian itu disebut-sebut punya peluang bersama Ketua Umum Zulfikli Hasan, mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, putra senior PAN Amien Rais, Hanafi Rais, serta Ketua Fraksi PAN di DPR, Mulfachri Harahap.

Hal itu sempat diungkapkan Zulhas, beberapa waktu lalu. Menanggapi hal itu, Bima mengaku masih fikir-fikir dan perlu memperlajari banyak pertimbangan, termasuk soal tanggung jawabnya kini sebagai pimpinan daerah Kota Bogor sampai 2023, bila memang maju sebagai pimpinan partai.

“Memang dukungan dari internal ada, nah saya pelajari kondisi internal dulu, kaji dan pertimbangkan semua. Masih fikir-fikir lah. Sebab, kalau saya nyatakan ‘maju’, ya harus terus melaju, tidak ada kata mundur. Makanya masih banyak pertimbangan karena itu satu jalur yang nggak mudah,” katanya saat ditemui pewarta selepas Salat Jumat di Balai Kota Bogor, kemarin.

Selain persoalan internal partai, Ayah dari Kinaura dan Kenatra itu juga agaknya lebih berat untuk meninggalkan tanggung jawabnya di Kota Bogor sebagai pimpinan sampai 2023. ia merasa masih punya janji kampanye untuk warga Bogor kedepan. Sehingga, jangan sampai maju sebagai pimpinan partai malah mengganggu perannya sebagai F1.

“Saya juga masih memikirkna lebih kepada tanggung jawab saya di Kota Bogor, berat kesitu juga lah. Dengan segala macam janji, program kampanye kedepan,” ujarnya.

Namun, peluang untuk jadi ketum partai tetap ada dan jadi pertimbangan. Apalagi, sebagai kader, Bima merasa harus siap jika memang internal mempercayakan pucuk pimpinan kepada pria 46 tahun itu.

“Saya masih kaji semua, pertimbangkan semua lah. Masih fikir-fikir lah, yang lebih saya fikirkan lebih kepada tanggung jawab saya di Kota Bogor, berat kesitu. Tapi sebagai kader ya harus siap lah, memimpin partai, tapi saya punya tanguung jawab di Bogor, sampai 2023. jadi itu saya hitung dulu, apakah memungkinkan atau tidak saya menjalani itu semua,” tutup Bima.(ryn/c/yok/py)