Dari Stasiun Cigombong sampai Perbatasan Sukabumi Banyak yang ‘Jaga’

by -
LONGSOR: Proyek double track longsor dan menyebabkan dua korban meninggal dunia. Warga sekitar menduga selain faktor alam, ada pula peristiwa mistis.

METROPOLITAN Insiden longsor di proyek jalur ganda atau double track Kereta Api (KA) jurusan Bogor-Sukabumi menewaskan dua pekerja kontraktor. Kejadian akhir pekan lalu di Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini menyisakan cerita mistik.

Mulai dari tumbal, hingga teriakan dan suara kereta melintas saat tengah malam dua hari berturut-turut sebelum kejadian. Padahal, sebelum kecelakaan yang menewaskan dua pekerja proyek jalur ganda itu, ada kecelakaan lain yang menewaskan seorang bocah warga setempat. Pada Januari lalu, bocah laki-laki itu meninggal di lokasi proyek di Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Sesepuh warga yang juga Ketua RT 02/07 Kampung Baru, Suwardi mengaku sudah berulang kali memperingatkan kontraktor proyek strategis nasional itu untuk melakukan selamatan sebelum melaksanakan kegiatan.

“Ya bahasa kitanya sowan atau numpang-numpang, gitu. Tapi nggak pernah digubris. jawabnya itu hanya mitos dan gaib,” tuturnya. Akhirnya kecelakaan pun terjadi, kini bukan hanya tumbal nyawa saja yang jadi perbincangan. Karena suara misterius yang mengganggu beberapa warga setempat juga menjadi buah bibir yang santer di masyarakat. Perbincangan itu massif terjadi di kalangan warga. Menjalar dari mulut ke mulut. Seperti di salah satu warung kopi di bilangan Jalan Raya Cigombong.

Seisi warung kopi yang menjadi langganan para pekerja proyek itu masih sibuk membicarakan peristiwa tersebut.  Mereka meyakini, selain faktor alam dan kontur tanah, juga ada unsur gaib yang terjadi di sana. Percakapan itu memanjang. Menambah seru ketika Eman (45), pemilik warung kopi ikut nimbrung menimpali para pekerja dengan kisah mistik di kawasan Stasiun Cigombong hingga lokasi longsor double track.

“Iya, di mana-mana ada penunggunya. Apalagi ini di Stasiun Cigombong sampai perbatasan Sukabumi banyak yang jaganya. Biasanya sebelum proyek itu, ada syukuran dulu. Kemarin nggak ada. Jadi bisa saja minta tumbal,” timpalnya. Selain itu, Eman mengaku dua hari sebelumnya mendengar suara kereta lewat saat tengah malam. Yakni pada malam Jumat dan malam Sabtu.

“Bisa tanya pak RT juga. Katanya kemarin juga ada suara teriakan sama suara kereta lewat. Padahal tengah malam,” tuturnya. (gen/els/py)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *