Dewan Dorong Pemkab Miliki Pasar Induk

by -

METROPOLITAN – Tak punya pasar induk. Itulah kenyataan pahit yang mesti diamini Pemerintah Kabupaten Bogor. Terdiri dari 40 kecamatan dengan luas wilayah 2.071,21 km2, satu hal yang lucu jika kabupaten seluas ini,sama sekali tidak memiliki pasar utama sebagai pusat penyalur barang kebutuhan untuk pasar lain dan masyarakat.

Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Tohaga, Haris Setiawan, mengaku, telah memikirkan sejumlah langkah untuk menyikapi persoalan ini. Orang nomor satu di PD Pasar ini pun memiliki rencana untuk membangun sejumlah pasar induk di beberapa wilayah.

“Manajemen sempat membahas masalah ini dinternal. Bahkan, juga pernah berdiskusi non formal dengan para petinggi Pemkab Bogor,” kata Haris, saat ditemui Mertopolitan, kemarin.

Menurutnya, jika melihat luas wilayah Kabupaten Bogor, idealnya Bumi Tegar Beriman memiliki empat pasar induk di setiap wilayahnya. Mulai dari Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Timur dan Bogor Utara.

“Semua berguna demi memberikan kemudahan penyediaan bahan pokok masyarakatnya,” ucapnya.

Haris juga sudah membidik sejumlah pasar tradisional di empat wilayah Kabupatan Bogor, yang bakal disulapnya menjadi pasar induk. Seperti di wilayah Bogor Barat yakni, Pasar Leuwiliang, Bogor Selatan di Pasar Ciawi atau Cisarua dan Bogor Timur di Pasar Cariu atau Jonggol, sedangkan di Bogor Utara di Pasar Ciseeng atau Parungpanjang.

“Saya akan bicarakan konsep ini lebih lanjut dengan Pemkab Bogor. Intinya perlu ada kajian matang dengan semua pihak terkait,” bebernya.

Haris meyakini, dalam kurun waktu dua tahun pertamanya menjabat sebagai orang nomor satu di PD Pasar Tohaga, ia berkomitmen untuk membuat satu pasar induk dari empat wilayah yang sudah ia paparkan tadi. “Semoga saja semuanya bisa tercapai. Intinya menimal dalam waktu dua tahun pertama saya, kita punya satu pasar induk,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Usep Supratman mengaku sangat mendukung, konsep dan gagasan membuat pasar induk. Ia juga mengamini, jika hingga kini Kabupaten Bogor memang sama sekali tidak memiliki pasar induk.

“Memang kita tidak punya pasar induk. Makannya kita harus segera punya, Kota Bogor saja punya kok,” katanya.

Usep mengaku, siap jika harus terlibat dalam mewujudkan pasar induk di Kabupaten Bogor. Secara tegas ia juga mendukung adanya pasar induk di empat wilayah Kabupaten Bogor. Pihaknya juga siap membuat payung hukumnya, jika memang diperlukan.

“Idealnya memang Kabupaten Bogor harus punya pasar induk, dan itu mimpi kita ke depan. Terlebih luas wilayah kabupaten, dengan jumlah penduduk yang mencapai 5,9 juta jiwa. Tapi sampai sekarang belum memiliki pasar induk. Idealnya kita memiliki empat pasar induk, yang ada di setiap wilayah. Mulai dari Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Timur, Bogor Utara,” tutupnya. (ogi/c/yok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *