Dewan Panggil Dinas ‘Gemuk Anggaran’

by -94 views

METROPOLITAN – Masyarakat Kabupaten Bogor sempat digegerkan dengan anggaran Sekretarian Daerah (Setda) Kabupaten Bogor yang mencapai Rp183 Miliar yang masuk dalam Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2020. Diantaranya biaya untuk pembelian peralatan makanan yang sempat mendapatkan kritikan anggota DPRD. Namun hal tersebut rupanya dibantah oleh Bupati Bogo Ade Yasin.

Ade Yasin mengatakan, untuk biaya perlatan makan seperti mangkuk, piring dan beberapa yang lainnya hanya memakan anggaran sebesar Rp52 juta rupiah. Pembelian tersebut rupanya masuk kedalam bagian dari belanja peralatan dapur atau rumah tangga. “Pengadaan barang tersebut, menurutnya harus dianggarkan untuk menunjang berbagai kegiatan seremonial yang akan digelar pada 2020 nanti,” ujar Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya.

Ia juga menerangkan, didalam pos anggaran tersebut, ada Belanja Modal untuk semua peralatan untuk mendukung berbagai kegiatan yang direncanakan oleh Setda sepanjang 2020. “Total keseluruhan Anggaran yang diajukan dari Setda Rp183 miliar. Dan untuk pembelian peralatan tersebut hanya Rp52 juta,” terangnya.

Draft RAPBD yang diajukan oleh Bupati pada awal November ini, sampai saat ini masih terus dibedah oleh semua komisi di DPRD Kabupaten Bogor. Ketua Komisi I Usep Supratman, yang ikut membedah RAPBD menjelaskan, dengan adanya kasus anggaran siluman di DKI Jakarta membuat  pihaknya terus mendalami RAPBD yang diajukan sejumlah SKPD dilingkungan Pemkab Bogor.

Walaupun tidak ada anggaran siluman atau yang dilebihkan (mark up,red). Politisi PPP ini mengaku masih menemukan banyak pos anggaran yang sama dan diajukan oleh semua dinas. “Kalau misalkan hanya salah pengertian nomenklatur, nanti akan kita bahas lagi. Karena kita mau RAPBD 2020 fokus kepada visi misi Bupati,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Agus Salim mengungkapkan, dalam ekspose yang akan digelarnya, Senin (11/11) besok, Setda Kabupaten Bogor akan menjadi SKPD pertama yang akan diekspose.

Selain anggaran yang diajukan oleh Setda sebesar Rp183 miliar. Ternyata DPRD Kabupaten Bogor juga menyoroti beberapa SKPD yang memiliki anggaran yang fantastis. Seperti, Dinas Pendidikan yang mengajukan anggaran Rp1,3 triliun, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang mendapatkan jatah Rp797 miliar. Lalu ada Dinas Lingkungan Hidup, yang mendapatkan porsi Rp138 miliar, Dinas Pemuda dan Olahraga yang diberikan anggaran sebesar Rp104 miliar. Serta, Dinas Perhubungan yang mendapatkan jatah Rp149 miliar.

Dari nomenklatur RAPBD, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bapenda) mengajukan anggaran Rp160 miliar. “Mungkin tunggu besok saja, karena kita tak mau kalau hanya kecil-kecil saja yang kita sasar, nanti yang besar malah lepas dan tidak tepat sasaran,” ungkap Agus Salim.

Selain untuk menanyakan kejelasan anggaran yang sudah tertuang didalam RAPBD. Para anggota DPRD juga akan mencoba untuk mengabulkan apa yang diinginkan oleh Bupati Bogor, yaitu adanya pengalokasian dana untuk Stadion Pakansari yang akan dijadikan venue gelaran Piala Dunia U-20 tahun 2021. Keinginan Bupati untuk pengalokasian dana untuk Stadion Pakansari, diajukan saat Ade Yasin menyampaikan nota keuangan didalam rapat paripurna pada awal November silam.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto merasa geram dengan kehadiran pembiayaan yang tidak rasional. Rudy mengaku sudah mengantongi beberapa kegiatan dan renja yang janggal. Ia membocorkan adanya anggaran sebesar Rp183 miliar yang diajukan Setda Kabupaten Bogor.

Dengan adanya temuan-temuan anggaran yang dinilai janggal, Rudy juga mengaku tidak akan ragu-ragu menghapus pos anggaran tersebut. “Ini uang rakyat, masa digunakan untuk yang tidak penting seperti itu. Harusnya Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) bisa memilih mana yang penting dan tidak. Jika nanti saat ekspos ada tambahan lagi, akan saya hapus anggaran seperti itu,” tegasnya. (dil/c/mam)