Dijual di Facebook, Malamnya Ditangkap Polisi

by -
DIAMANKAN: Salah seorang pelaku curanmor diamankan Polsek Bogor Selatan, Kota Bogor, usai menjual motor curiannya di Facebook

METROPOLITAN – Kepolisian Polsek Bogor Selatan, Resor Polres Bogor Kota, berhasil meringkus pelaku Curanmor. Kejadian itu bermula, ketika Pelapor tiba di tempat kerjanya sekitar Pukul 01.30 WIB, Kamis (14/11) dinihari. Korban lupa tidak mencabut kunci kendaraan dan masuk ke tempat kerjanya. Selang beberapa jam, sekitar Pukul 04.00 WIB, korban keluar halaman tempat kerja dan melihat kendaraan sudah tidak ada.

Paur Humas Ipda Desti Irianty mengatakan, Polsek Bogor Selatan menerima Laporan dari masyarakat bernama Muhammad Fadli (23), soal kehilangan sepeda motor Honda warna hitam dengan nomor Polisi, F 3748 ER yang terparkir ditempat kerjanya di Jalan Empang, Kecamatan Bogor Selatan.

“Kejadian berawal ketika Pelapor tiba di tempat kerjanya sekitar Pukul 01.30 WIB. Korban lupa tidak mencabut kunci kendaraan dan masuk ke tempat kerjanya,”kata Desti, kepada Metropolitan.

Menurut Desti, atas laporan tersebut dirinya, langsung memerintahkan Kanit Reskrim dan tim, segera mengecek ke TKP dan meminta keterangan dari Pelapor dan Saksi yang ada di TKP.

“Pada pukul 20.00 WIB, Korban melihat Sepeda Motornya dijual melalui akun Facebook dengan cara COD (Cas Of Delivery),”beber Desti.

Desti mengaku, pada saat itu, korban langsung berkomunikasi dengan pelaku, setelah tawar menawar, pelaku dan korban janjian di Jalan Sholeh Iskandar. Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek, dan Pukul 20.30 WIB, pelaku berhasil diamankan.

“Saat ini, Polsek Bogor Selatan yang dipimpin oleh Kanit Reskrim Ipda M. Johan, dan tim masih melakukan penyelidikan terkait kasus curanmor,”kata Desti.

Desti menambahkan, pelaku berinisial RZ (23) dan BK (22) setelah dimintai keterangan pelaku mengakui perbuatan nya dan Polsek Bogor Selatan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kedua pelaku itu, yang satu mengawasi dan yang satu beraksi, untuk pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 5 (lima) tahun,” tukas Indrat. (mul/c/yok) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *