Dilarang Tahun Baruan di Gunung Gede

by -
KEMAH - Sejumlah pendaki berkemah di kaki Gunung Gede sebelum melakukan pendakian ke puncak.

METROPOLITAN – SUKABUMI Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bakal menutup sementara kegiatan pendakian untuk umum mulai 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2020. Bagi anda yang sudah merencanakan tahun di sana, terpaksa harus gigit jari.

Kepala BBTNGGP Wahju Rudianto di Sukabumi mengatakan, penutupan kegiatan pendakian itu bertujuan untuk pemulihan ekosistem, mengantisipasi cuaca ekstrem atau buruk dan kegiatan operasi bersih.

Ia pun mengingatkan agar pendaki yang masih berada di jalur pendakian maupun di puncak Gunung Gede dan Pangrango, turun sebelum 31 Desember 2019 dan tidak ada kegiatan lainnya.

Wahju juga meminta agar masyarakat tidak mlakukan aksi nekat merayakan pergantian tahun di puncak gunung.

“Kami pun sudah memberikan imbauan ini kepada umum agar aturan ini bisa dipatuhi oleh siapapun dan mengerahkan petugas antisipasi adanya oknum yang nekat mendaki selama penutupan berlangsung,” ungkap Wahju.

Penutupan kegiatan pendakian itu sesuai Surat Edaran dengan nomor E.1460/BBTNGGP/BIDTEK/Tek.p2/11/2019 tentang Penutupan Kegiatan Pendakian.

“Penutupan kegiatan pendakian ini terhitung mulai 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2020 atau selama tiga bulan,” jelas Wahju.

Surat tersebut juga sudah ditembuskan ke Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK di Jakarta, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Cianjur. Surat juga ditujukan kepada Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor serta Kapolres Sukabumi, Bogor dan Cianjur.

Wahju surat edaran itu agar bisa menjadi perhatian seluruh pihak khususnya calon pendaki. Pihaknya juga mengimbau para pendaki yang saat ini di kawasan itu tetap menjaga kebersihan dan tidak merusak ekosistem yang ada di sekitar jalur pendakian.

Catatkan Pendapatan

Di tempat berbeda, pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengemukakan, masuknya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihimpun dari pembayaran tiket masuk para wisatawan ke kawasan Gunung Rinjani mencapai Rp3,3 miliar selama Januari hingga pertengahan November 2019.

“Realisasi PNBP baru mencapai 77,93% dari target yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada BTNGR sebesar Rp4,3 miliar pada 2019,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Dedy Asriady di Mataram, Jumat.

Penarikan biaya tiket masuk ke kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif Atas PNBP yang berlaku di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah tersebut, tarif tiket masuk bagi wisatawan asing sebesar Rp150 ribu per hari. Sedang bagi wisatawan nusantara hanya Rp5.000 per hari.

Pengelola optimistis, meskipun baru mencapai 77,93 %, target PNBP pada 2019 akan tercapai. Diyakini kunjungan wisatawan ke Gunung Rinjani diperkirakan akan ramai, terutama turis asing yang akan melakukan pendakian gunung pada Desember 2019, atau menjelang perayaan Tahun Baru 2020.

“Target PNBP pada 2019 Insyaallah tercapai sebelum aktivitas pendakian Gunung Rinjani ditutup seperti biasa pada awal tahun nanti,” ucapnya.

Di catatan pengunjung, ada  14.256 orang wisatawan yang terdiri atas wisatawan asing sebanyak 11.414 orang dan wisatawan domestik sebanyak 2.842 orang menyambangi Gunung Rinjani. Angka kunjungan tersebut dicatat sejak jalur pendakian dibuka pada 14 Juni hingga 21 November 2019.

Para wisatawan melakukan pendakian melalui empat pintu masuk jalur pendakian resmi, yakni Senaru di Kabupaten Lombok Utara, Sembalun dan Timbanuh di Kabupaten Lombok Timur, serta Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah.

Pintu masuk jalur pendakian Senaru paling banyak diminati oleh wisatawan asing, yakni sebanyak 10.323 orang. Sedangkan wisatawan domestik 313 orang. Dicatat juga, wisatawan asing yang masuk melalui Sembalun sebanyak 616 orang dan wisatawan domestik 1.406 orang.

Sementara jumlah wisatawan yang mendaki Gunung Rinjani melalui pintu masuk jalur pendakian Timbanuh sebanyak 1.159 orang, terdiri atas wisatawan mancanegara 297 orang, dan wisatawan lokal 862 orang.

Ada juga wisatawan yang masuk melalui Aik Berik sebanyak 439 orang. Mereka terdiri atas wisatawan asing 178 orang, dan wisatawan nusantara 261 orang (vld/feb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *