Disdik Jabar Minta Kepala SMA/SMK Libatkan Perusahaan

by -41 views
NGECOR: Pengecoran lapangan ser- baguna SMKN 1 Gunungputri, Kabupaten Bogor ini hasil kerja sama PT Indocement Tunggal Pra- karsa Tbk. Disdik Jabar meminta kepala SMA/SMK melibatkan pe- rusahaan dalam membangun sarana sekolah.

METROPOLITAN – Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I (Kabupaten Bogor) Jawa Barat, Ridwan Mujani meminta seluruh kepala sekolah, baik SMK maupun SMA memanfaatkan momen Hari Bangunan Indonesia (HBI) setiap 11 November sebagai sarana penerapan link and match antara sekolah dengan dunia industri.

Ia berharap seluruh kepala sekolah SMK maupun SMA di Kabupaten Bogor meniru apa yang dilakukan Kepala SMKN 1 Gunungputri dalam membangun sarana prasarana sekolah. “Tak hanya mengandalkan APBN dan APBD saja, tapi mau berkomunikasi dengan berbagai pihak khususnya dunia industri, sebagaimana amanat pemerintah tentang pentingnya link and match sekolah dengan industri, apalagi SMK,” ungkap Ridwan usai melakukan pengecoran lapangan serbaguna SMKN 1 Gunungputri, Kabupaten Bogor, hasil kerjasama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, belum lama ini.

Sebab, lanjut dia, SMK itu memang orientasinya harus mampu menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap kerja. Maka sudah menjadi keniscayaan, setiap kepala SMK mau dan mampu berkomunikasi dengan dunia industri. “Makanya, saya bersyukur dan berterima kasih kepada Kepala SMKN 1 Gunungputri yang sudah proaktif menjembatani dengan dunia industri seperti PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Sehingga di Hari Bangunan Indonesia tahun ini, bisa memiliki lapangan serbaguna yang representatif,” jelasnya.

Terlebih, lanjut dia, pengecoran lapangan seluas 1.200 meter persegi ini merupakan bukan pertama kali sebagai bagian dari kerjasama dengan dunia industri, tapi memang sebelumnya sudah menjadi mitra program vokasi industri. “Semoga apa yang dilakukan SMKN 1 Gunungputri dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa juga bisa menyebar ke semua sekolah yang ada di Kabupaten Bogor. Baik SMK/SMA maupun SMP dan SD juga banyak yang perlu dikerjasamakan,” katanya.

Ia menyebutkan secara keseluruhan dari 350 SMK dan 150 SMA di Kabupaten Bogor, memang masih memerlukan perhatian baik dari pemerintah pusat, daerah maupun swasta. “Apalagi bangunan sekolah yang usiannya sudah 22 tahun seperti SMKN 1 Gunungputri ini. Memang semuanya sedang berjalan program rehabilitasi, pembangunan ruang kelas baru (RKB), dan itu memang khusus program pemerintah provinsi dan pusat. Mudah-mudahan di bisa ditingkatkan lagi di Kabupaten Bogor ini, karena dipastikan siswa yang akan semakin banyak,” ungkapnya. (sin/els/py)

Loading...