Disparbud Jabar Gelar Riksa Budaya di Bogor

by -15 views
BUKA: Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik tengah membuka pagelaran Riksa Budaya yang berlangsung di Kampung Budaya Sindang Barang, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, kemarin.

METROPOLITAN – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat menggelar Riksa Budaya di Kampung Budaya Sindang Barang, Desa Pasir Eurih, Kecamatan Tamansari, kemarin. Kegiatan yang mengangkat nilai budaya bertema ‘Someah’ itu bertujuan untuk menguatkan pelestarian budaya.

Adapun rangkaian kegiatan kali ini diantaranya talk show Someah yang dikemas dalam wayang golek interaktif, penampilan kemasan seni tradisi seperti longser milenial, tanjidor, topeng blantek, gondang, reog, jaipong, rampak kendang dan banyak lagi.

Kepala Disparbud Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, menjelaskan secara filosofis Someah merupakan sikap budaya yang sudah melekat pada identitas masyarakat Jawa Barat yang ramah, santun dan lemah lembut.

“Ini merupakan sebuah nilai budaya yang hidup dan telah menjadi ciri sikap budaya masyarakat Jawa Barat. Event ini sekaligus merupakan deklarasi ‘Jabar Someah’ dimana warga Jabar dimulai dari Kabupaten Bogor sepakat akan membangkitkan kembali nilai budaya Someah sebagai sebuah sikap budaya yang melekat menjadi identitas masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Menurutnya, Someah merupakan sikap budaya yang akan menjadi kekuatan nilai budaya dalam mendukung tagline pariwisata Jawa Barat ‘Smiling West Java’. Apalagi, pariwisata menjadi sektor yang mengutamakan pada keramahan (hospitality) dalam konsep pelayanan kepariwisataan.

“Acara ini diharapkan mampu menjadi media yang menyentuh setiap pribadi masyarakat Jawa Barat untuk mampu menyadari dan menguatkan kembali nilai budaya yang direpresentasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Sementara itu, Budayawan Jawa Barat, Aat Suratin, menjelaskan nilai-nilai Someah perlu kembali diangkat mengingat telah berkembangnya kesadaran kolektif terhadap pudarnya tanda peradaban suatu kaum.

Menurut dia, aspek perubahan sosial ini perlu disikapi dan disesuaikan dengan pengaruh yang timbul disertai upaya mempertahankan budaya dengan memahami nilai kearifan lokal. “Penyelenggaraan peristiwa budaya dapat menjadi semacam ‘Check Point’ perkembangan tingkah laku budaya masyarakat Jawa Barat,” katanya.(ads/b/rez/py)

Loading...