Duh, 60 Persen PKL Nyi Raja Permas Gulung Tikar

by -27 views

METROPOLITAN – Menata kawasan Tamantopi hingga Pasar Kebonkembang tidak semudah membalikan telapak tangan. Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sedianya mengisi bahu Jalan Dewi Sartika dekat Tamantopi pun direlokasi ke Jalan Nyi Raja Permas. Ironisnya, pasca-dipindah, sebagian besar PKL yang direlokasi mesti gulung tikar lantaran sepi pengunjung.

Sepinya pengunjung pun dikeluhkan para pedagang. Perwakilan pedagang PKL Dewi Sartika Sanusi mengatakan, kondisi para pedagang selama tiga bulan berjualan di Nyi Raja Permas cukup memperihatinkan. Dari 204 PKL yang direlokasi, yang secara rutin berdagang makin hari makin berkurang. Ia menyebut penataan PKL pun sebagai proyek gagal.

“Sekarang yang sudah nggak jualan hampir 60 persen. Apalagi kalau minggu, kosong sama sekali,” katanya saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Dari 220 PKL yang dibina paguyuban, tercatat ada 204 PKL bahu jalan Dewi Sartika yang relokasi, yang saat ini makin menjerit karena sulit untuk setidaknya menyamai pendapatan saat masih berjualan di bahu Jalan Dewi Sartika. Baru tiga bulan saja, kata dia,audah banyak yang mulai bangkrut. Berbagai upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mental,seperti misalnya mengarahkan angkot masuk ke jalan tersebut.

“Memang kami nggak dimintai retribusi. Tapi makin lama makin menjerit. Sepi. Upaya pemkot mengarahkan angkot masuk jalan Nyi Raja Permas juga nggak jalan. Kami tetap sepi,” ujarnya.

Uci pun menyayangkan hal ini lantaran PKL Dewi Sartika sejak lama menjadi ikon Kota Bogor sebagai kawah candradimuka-nya sepatu lokal murah berkualitas, yang sebagian besar diambil dari sentra penjualan di wilayah Ciomas. Sejak awal ia mengakui banyak PKL yang pesimis bisa mendapatkan keuntungan yang sama saat dipindah ke Nyi Raja Permas

“Pemberdayaan UKM harusnya ditata saja dengan tidak mengganggu keberadaan. Pernah juga kami tawarkan untuk ditarik retribusi supaya bisa kontribusi ke PAD (Pendapatan Asli Daerah, red). Tapi ditolak lantaran terbentuk Perda. Padahal kami siap kalau harus dikenakan retribusi,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Bogor Anas Rasmana pernah menyebut, berbagai upaya dilakukan pemkot untuk mengatasi keluhan-keluhan dari para pedagang pasca direlokasi.

Diantaranya dengan menggelar berbagai even, seperti senam bersama beberapa waktu lalu yang dihadiri dinas terkait hingga direksi PD Pasar Pakuan Jaya. “Kegiatan untuk umum lah. Supaya masyarakat tahu ada PKL di jalan ini. Supaya ramai, menarik perhatian warga,” tutupnya. (ryn/b/yok)