Duit Kebersihan Diembat, Tubuh Ditelanjangi

by -6K views

METROPOLITAN – Amrit pengawas sampah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan Parung ditemukan tak bernyawa tak jauh dari tempat dirinya bekerja. Pria 55 tahun ini tewas dengan kondisi janggal, ia ditemukan dengan kondisi tanpa pakaian. Bahkan uang tagihan kebersihan yang ada pada dirinya hilang entah kemana.

Saefudin yang merupakan rekan kerja Amrit menceritakan, sebelum ditemukan tewas, Armit sempat keluar dari kantor UPT Kebersihan Parung dengan mengendarai motor. Kabarnya untuk keperluan dinas. Namun tak lama berselang, dirinya dikagetkan dengan kabar jika Amrit sudah tewas tak jauh dari kantor UPT Kebersihan Parung.Amrit diketahui tewas setelah pihak keluarga menerima kabar dari pihak Puskesmas Parung.

Menurut Saefudin, jasad Amrit dibawa tiga orang tak dikenal, yang terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki. Ketiganya membawa jasad Amrit ke Puskesmas Kecamatan Parung. “Ada orang yang telefon kepada keluarga, katanya Amrit ada di Puskesmas, sudah meninggal. Kata petugas puskesmas, setelah memberikan kabar kepada pihak keluarga ketiga orang itu langsung pergi meninggalkan puskesmas entah kemana,” ujarnya.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 05:00 WIB ini sontok mengegerkan warga sekitar, yang langsung melapor kepada pihak kepolisian. Berdasarkan keterangan pelapor yang tak lain, masih keluarga dari pihak korban, kondisi jasad Amrit diketahui dalam kondisi tak wajar. “Tadi pagi ada warga yang melapor sekitar pukul 05:00 WIB, mertua dari saudaranya meninggal secara tidak wajar,” kata Kapolsek Parung Kompol Parmin.

Meski begitu, pihaknya tak ingin terlalu ambil kesimpulan cepat jika Amrin merupakan korban dari pembunuhan. Menurut Parmin secara kasat mata, tidak ada luka di sekujur tubuh korban. Lantaran keluarga menilai, hal ini tidak wajar akhirnya jasad tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Keramat Jati untuk di autopsi. “Sekarang jenazahnya ada di rumah sakit kramat jati sedang di autopsi, hasilnya belum ada, kalau pas saya negecek tadi tidak ada tanda-tanda luka, hanya keluarga penasaran makannya dilakukan autopsi. Untuk kelanjutannya kita tunggu hasil autopsi,” tegas Parmin.

Hal senada juga dikatakan, Kepala Bidang Persampahan DLH Kabupaten Bogor Trian Turangga. Ia mendengar kabar tersebut sekitar pukul 01:00 WIB, di salah satu group media sosial DLH. Pihaknya juga mengaku sudah mendatangi rumah duka, untuk menyampaikan rasa bela sungkawa atas kepergian mendiang. “Saya dapat kabar itu pukul 01:00 WIB dari group Whatsapp, kita sudah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa bela sungkawa. Sampai dengan sekarang kami belum dapat info pasti kenapa meninggalnya petugas kami,” paparnya.

Sementara itu, Kasubag TU UPT Kebersihan Parung pada DLH Kabupaten Bogor, Enceng mengungkpkan. Menurutnya, karyawanya itu bernama Amrit keluar kantor lantaran sedang kordinasi dengan pelanggan barunya di ruas jalan Ciseeng. “Kejadiannya pada haris selasa, almarhum kerja seperti biasa waktu itu, beliu kontak ke saya sekitar jam dua siang, memang biasanya dia kekantor malam,’ ‘kata Enceng.

Ia menuturkan, saat itu Amrit tidak ada kabarnya hingga malam. Seketiraan pukul 22:00 WIB, istrinya memberi jika Amrit sudah meninggal dan jenazahnya ada yang mengantar satu perempuan dua orang laki-laki di Desa Karehkel.

Sebelumnya pihak Rumah Sakit Citra Insani sempat curiga, karena diantar satu orang perempuan dan dua laki-laki. Pada saat itu setelah di bawa ke RS yang menolong itu langsung pergi. “Memang yang menolong itu mengasih kabar kalau Amrit ditemukan muntah-muntah dan langsung di bawa ker RS Citra Insani Parung. Amrit diperkirakan meninggal sekitar jam tujuh malam, ”kata Enceng.

Enceng menambahkan, Jenazah Amrit dianterin ke rumah duka di Desa Karacak. Namun setelah akan dimandikan oleh pihak keluarga ada kejanggalan. Karena dari tubuh Amrit ditemukan luka lembab di punggung dan di tangan. “Pada akhirnya keluarga curiga, ketambah saat mengantar tidak ada Handphone dan Kendaraan Motor. Hingga akhirnya keluarga melaporkan ke Polsek Parung untuk dilakukan autopsi ke Kramat Jati,” ungkap Enceng. (mul/ogi/c/mam)

Loading...