Fantastis! RK Bangun Kolam Renang Rp1,5 Miliar

by -128 views

METROPOLITAN – Renovasi Gedung Pakuan yang merupakan rumah dinas milik Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mendapat sorotan. Pasalnya, pria yang akrab disapa Kang Emil itu menganggarkan dana sebesar Rp1,5 miliar untuk membangun kolam renang. Alasannya karena Kang Emil tengah mengalami cedera lutut.

Hal itu pun mengundang reaksi dari anggota DPRD Jabar dari Fraksi PKS, Imam Budi. Ia menilai hadirnya proyek tersebut sangat menyakiti masyarakat di tengah ragam persoalan yang dihadapi Jabar. Sebab, revitalisasi Gedung Pakuan sangat tak mendesak, mengingat kondisinya masih layak dan tak ada kerusakan. “Saya baru dapat datanya. Ini menyakitkan rakyat. Banyak kebutuhan dasar di Jabar yang belum terpenuhi. Pakuan itu kayaknya masih bagus, kenapa dibangun kolam renang?” kata Imam.

Imam juga tak mengetahui mengapa proyek itu bisa lolos dari pantauan dewan. Karenanya, ia segera meminta pertanggungjawaban Ridwan Kamil soal proyek tersebut. “Memang ini masalahnya di KUAPPAS 2018, saya belum ada. Mungkin panitia anggaran enggak melihat detail sehingga loloslah program ini. Tapi kenapa eksekutif nggak ngobrol, lebih lanjut kami akan memanggil dan meminta pertanggungjawaban beliau,” ucapnya.

Selain itu, Imam juga menyoroti masalah revitalisasi taman Gedung Sate yang dikerjakan bersamaan dengan revitalisasi Gedung Pakuan. Ia mengamati, proyek itu hanya untuk memenuhi hasrat Ridwan Kamil sebagai arsitektur. “Pembangunan ini sifatnya tidak dibutuhkan, bahkan hanya untuk pencitraan dan kepuasan beliau sebagai arsitektur. Kewajiban provinsi itu banyak, ada target rumah tidak layak huni, urusan lingkungan, pembangunan SMA dan SMK,” ujarnya.

Sementara itu, Kang Emil pun angkat bicara soal penambahan fasilitas olahraga berupa kolam renang. “Jadi penambahan fasilitas olahraga itu sesuai kebutuhan. Kebutuhannya sangat nyata, kaki saya itu cedera yang bagian kiri. Dokter menyarankan supaya bisa fit sebagai gubernur Jabar, tidak boleh lagi berolahraga yang sifatnya impact, seperti lari, loncat dan sebagainya,” kata Emil.

Atas rekomendasi dokter, lanjut Emil, ia harus menyesuaikan dengan kebutuhan olahraga. “Harus terapi dengan yang namanya berenang. Maka dalam rutinitas masterplan perbaikan Gedung Pakuan, saya arahkan dan disetujui dengan membuat kolam yang juga tidak terlalu besar,” ucapnya.

Emil mengklaim tujuan renovasi kompleks rumah dinasnya bukan ajang menghamburkan anggaran. Namun lebih menyesuaikan pada kebutuhan. “Kedua, yang namanya semua urusan Pakuan memang akan berlangsung setiap tahun karena ini bangunan bersejarah yang harus dirawat, disempurnakan,” imbuhnya.

Ketika disinggung soal anggaran untuk merenovasi, Emil mengaku belum tahu. Namun secara umum ia menjelaskan ada beberapa bagian area rumah dinas yang direnovasi. “Saya tidak hafal detailnya karena mata anggaran yang ada di Pakuan itu banyak, kalau mau detail tanya ke kontraktornya. Kan anggarannya ada buat pengaspalan, ada buat perbaikan taman. Jadi kegiatan anggarannya satu cuma kegiatannya banyak seperbanyak dari anggaran itu salah satunya pembuatan kolam,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Biro Umum Setda Jabar Iip Hidajat menjelaskan fasilitas yang akan dibangun di rumah dinas gubernur Jabar sesuai kebutuhan penataan. “Bukan hanya kolam renang saja seperti yang dihebohkan media, tetapi juga ada taman yang fungsinya akan digunakan sebagai tempat acara outdoor,” kata Iip.

Menurutnya, fasilitas olahraga itu memungkinkan dibangun karena tidak mengganggu bentuk bangunan Gedung Pakuan yang termasuk bangunan cagar budaya. Selain memperbaiki, renovasi ini juga merupakan upaya merevitalisasi fungsi Gedung Pakuan agar sebagian besar areanya dapat berfungsi sebagai ruang publik. “Hingga saat ini, baru sebagian kecil saja area Gedung Pakuan yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Seperti misalnya masjid,” ucap dia.

Gedung Pakuan, sambungnya, memiliki luas sekitar 2,3 hektare dan membutuhkan seratusan karyawan untuk mengurusnya. “Gedung Pakuan juga sudah nyaris 20 tahun tidak pernah dilakukan renovasi, selama ini hanya perawatan bangunan dan area sekitarnya saja,” imbuhnya.

Mengenai fasilitas kolam renang yang dibangun, Iip menjelaskan bahwa ini disesuaikan dengan kebutuhan penghuni rumah dinas. “Karena pak gubernur cedera lutut, dokter menyarankan agar tidak berolahraga lari atau olahraga motorik impact. Lalu disarankan rutin tiap hari berenang saja,” bebernya.

Selain Ridwan Kamil dan keluarga, ada sejumlah ASN dan petugas yang berkantor di Gedung Pakuan. Mereka juga bisa menggunakan fasilitas tersebut seperti halnya lapangan tenis. Bahkan, gubernur terdahulu juga pernah membangun gedung olahraga yang ada lapangan tenis dan basket.

Iip menuturkan, di Gedung Pakuan hanya ada satu proyek pembangunan. Rinciannya renovasi taman inner court sisi barat untuk membuat taman aktif yaitu taman yang bisa dipakai untuk aktivitas outdoor. Tadinya, lokasi tersebut berupa kolam ikan besar dan beberapa gundukan taman rumput.

Selanjutnya, renovasi taman belakang. Taman tersebut direnovasi supaya bisa menjadi taman aktif yang bisa digunakan juga untuk acara-acara outdoor yang semula berupa taman pasif. Kemudian, pembangunan gazebo untuk mengganti gazebo yang ada dan telah rusak. Renovasi gazebo dilakukan menjadi lebih besar supaya bisa untuk diskusi outdoor.

“Urgensinya adalah ketika ada agenda bersamaan, tempatnya bisa menggunakan outdoor juga disamping untuk menghemat listrik dan AC,” ungkapnya seraya menambahkan, terakhir adalah kolam renang yang berupa kolam persegi memanjang untuk olahraga. Adapun anggaran yang disiapkan untuk revitalisasi Gedung Pakuan mencapai Rp4 miliar. (kom/lip/rez/run)