Fokus Tingkatkan Fasilitas dan Program Kesehatan

by -14 views
PROGRAM: Pemkot Bogor memperingati HKN ke-55 tingkat Kota Bogor dengan tema ‘SDM Unggul, Indonesia Maju’ di Lapangan Sempur, Sabtu (9/11)

METROPOLITAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tingkat Kota Bogor dengan tema ‘SDM Unggul, Indonesia Maju’ di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu (9/11) lalu.

Kegiatan yang dihadiri Wali Kota Bogor Bima Arya, Wakil Wali Kota Dedie A Rachim, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Ade Sarip Hidayat, Kepala Dinas Kesehatan Rubaeah, beserta seluruh insan kesehatan Kota Hujan dan masyarakat itu diawali dengan senam sehat. Serta pengibaran spanduk raksasa bertuliskan ‘Pola Hidup Sehat Agar Hidup Tidak Sesat’.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, persoalan kesehatan merupakan prioritas utama sehingga pemkot serius menangani kesehatan, diantaranya dengan terus menambah fasilitas-fasilitas kesehatan.

Menurunya, sektor kesehatan tidak bisa diurus setengah-setengah, dan harus dari ujung ke ujung mulai dari pencegahan sampai pengobatan.

“RSUD sedang dibangun, puskesmas terus di perbaiki, alat kesehatan terus di tambah,” katanya.

Selain itu, perilaku sehat harus dimulai sejak dini. Ia pun meminta beberapa dinas untuk mengejawantahkan hal itu kedalam kegiatan. “Saya minta pak Kadisdik, setiap pagi semua siswa harus gerak dan olahraga, senam tap pagi. Biasakan peregangan,” ucapnya.

Beberapa fasilitas demi mewujudkan fasilitas olahraga per kecamatan, akan terwujud tahun ini. Diantaranya Lapangan Kresna Bogor Utara yang sedang dikebut dan rencana revitalisasi Taman Topi yang akan dijadikan tempat berlari yang nyaman untuk warga Bogor.

“Setiap kecamatan akan tersedia fasilitas olahraga. Juga sampaikan kepada warga soal hidup sehat dan makanan sehat,” paparnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Rubaeah menuturkan, upaya ini sesuai dengan nawacita presiden Joko Widodo, yingin mewujudkan masyarakat Indonesia sehat dan berkualitas. Sebab penting untuk pencegahan dan penerapan pola hidup bersih dan sehat.

“Di HKN ke-55 tahun ini, kami ingin seluruh insan kesehatan ikut terlibat. Jadi bukan cuma punya Dinkes, tapi punya insan kesehatan dan seluruh masyarakat kota Bogor. Makanya kita bergerak bareng bareng untuk mengatasi masalah kesehatan untuk mewujudkan masyarakat Kota Bogor yang sehat,” ungkapnya.

Beberapa masalah kesehatan di kota Bogor, kata dia, jadi program prioritas. Yakni masalah program kesehatan ibu dan anak, masalah gizi dan stunting, penyakit menular HIV dan TBC, serta masalah lingkungan.

“Nah poin terakhir belum teratasi dan jadi PR kita. Masalah pengolahan sampah dan jamban. ODS (oxidative desulfurization, red) kita masih nol. Kami juga punya target di tahun 2020 ada enam wilayah yang mencapai ODS, yaitu yang dilalui sungai Ciliwung jadi bersinergi dengan program naturalisasi Ciliwung,” pungkas Rubaeah. (ryn/c/yok/py)