Hanya Satu Persen Pelajar Terlayani Puskling

by -
MENURUN: Kunjungan mobil Puskling berkurang lantaran rusak. Hanya satu persen pelajar di Kota Bogor yang terlayani.

METROPOLITAN – Minat membaca buku bagi para pelajar di perpustakaan khususnya Perpustakaan Keliling (Puskling) nampaknya terus mengalami penurunan yang sangat drastis. Entah karena tradisi membaca sudah mulai ditinggalkan, atau memang metode membaca di perpustakaan yang tidak mengalami inovasi. Sehingga membaca buku di perpustakaan keliling hampir ditinggalkan para siswa.

Data statistik pengunjung Puskling yang tercatat di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bogor, selama bulan Oktober 2019, hanya 1.648 orang saja yang membaca. Rinciannya, pengunjung di SD Srikandi, sebanyak 79 orang, SDIT Alkautsar 60 orang, Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Raudhatul Islamiyah, 77 orang, SDN Selaawi, 116 orang. SDITA El Ma’mur, 89 orang, dan di SDIT Bunaya, sebanyak 61 orang.

Sementara di TKIT Ibdurrahman, hanya berjumlah 24 orang, SDN Neglasari, 65 orang, SMP Negeri 2, 63 orang, SDN Cipaku 4, 61 orang, SMP Negeri 3, 149 orang, SMP Negeri 4, 105 orang, SMP Negeri 6, 45 orang, SDN Sindangsari 1, 83 orang SMP Negeri 7, 63 orang, SMP Negeri 8, 54 orang, SD Islam Ibnu Hajar, 115 orang, SMP Negeri 9, 214 orang, SD Sinar Indonesia, 60 orang dan SD Ananda, sebanyak 65 orang.

Animo tersebut, jelas sangat jauh bila dibandingkan dengan keberadaan pelajar SD maupun SMP di Kota Bogor, yang jumlahnya mencapai lebih dari 200.000 orang. Jika saja dirata ratakan 2.000 orang perbulannya, maka sudah dapat dipastikan, kurang dari 1 persen pelajar Kota Bogor, yang terlayani Puskling.

Kepala Seksi Pembinaan dan Pengembangan Perpustakaan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Bogor, Nurhasanah, mengakui minimnya para pelajar yang terlayani puskling, karena volume kunjungan ke sekolah terus menurun. Hal ini akibat tiga dari empat unit mobil dalam kondisinya rusak parah. “Kita tidak punya sopir khusus yang membawa mobil perpustakaan keliling itu. Sehngga, kalau sopirnya tidak ada, mobil perpustakaan keliling tidak beroperasi” ungkapnya.

Ia mengatakan tidak ada anggaran untuk memperbaiki mobil tersebut. Bahkan rencananya, mau diubah jadi kendaraan jemputan perpustakaan, tapi itu juga belum terlaksana karena tidak ada biaya. “Perpustakaan Keliling itu, perpanjangan jangkauan layanan perpustakaan umum, yang berfungsi mempertemukan bahan bacaan dengan pembacanya, yang relatif jauh dari perpustakaan umum. Tapi sekarang karena kondisi kendaraannya sudah tidak berfungsi, sangat berpengaruh terhadap layanan kepada masyarakat khususnya kepada para pelajar,” pungkasnya. (ber/ar/els)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *