Ini Sebabnya, Durian Indonesia Kalah Saing di China

by -2.7K views

METROPOLITAN – Buah-buahan tropis dari negara Asia Tenggara berhasil mejeng di platform ritel daring Pagoda yang berafiliasi dengan Alibaba Group. Pertanyaannya, apakah buah dari Indonesia berhasil masuk ke sana?

Jawabannya, tidak. Durian, mangga, pisang, hingga kelapa yang diimpor Pagoda mayoritas berasal dari Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Indonesia tak disebutkan sebagai eksportir utama buah tropis dalam konferensi pers di Kantor Alibaba, Hangzhou, China beberapa waktu lalu. Mengapa bisa demikian?

“Kalau buah-buahan, sebenarnya sudah ada (yang masuk ke China) lewat protokol kami (bukan lewat Pagoda), seperti manggis dan salak. Yang jadi masalah, apakah produk buah-buahan di Indonesia sudah industri atau masih perkebunan rakyat?” jelas Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun saat dihubungi di China, Selasa (12/11/2019).

Durian merupakan potensi ekspor Indonesia ke China, namun ada sejumlah tantangan untuk bisa mengirimkan buah itu ke China dalam jumlah besar. Pertama, durian Indonesia masih berbentuk perkebunan rakyat, belum lagi adanya standar tinggi di China, hingga persaingan dengan Thailand dan Malaysia yang menjadi eksportir utama durian di Pagoda.

Djauhari menambahkan, “sedangkan konsumsi dalam negerinya tinggi.”

Namun, buah lain seperti manggis, nanas, mangga, dan buah naga sudah berhasil menembus pasar China. Senior Partner and Director of Fresh Department of Pagoda, Sung Peng mengatakan, pihaknya juga tengah mempertimbangkan mengimpor manggis dari Indonesia.

“Kami pun sudah meninjau buah-buahan di Indonesia, seperti manggis, untuk diimpor ke platform,” kata Peng, Senin (11/11/2019).

Menurutnya, buah tropis yang memenuhi syarat untuk diimpor ke Pagoda harus tetap segar dalam waktu yang lama. Hal itu tentu saja berkaitan dengan teknologi pangan yang digunakan dalam memproduksi buah tersebut.